Nemukabar.com – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPW IKAPPI) DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan transportasi TransJakarta rute Blok M–Bandara Soekarno Hatta dengan tarif terjangkau Rp3.500. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas akses mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Jakarta.
Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta, Miftahudin, mengatakan bahwa transportasi publik yang murah dan mudah diakses memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk para pedagang pasar dan pelaku UMKM. Ujanya, Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, semakin lancar mobilitas warga, maka potensi pergerakan konsumen juga akan meningkat. Hal tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di pasar-pasar tradisional maupun sektor usaha kecil.
“Transportasi publik yang terjangkau seperti ini tentu sangat membantu masyarakat. Dengan mobilitas yang semakin mudah, aktivitas ekonomi juga ikut bergerak. Para pedagang pasar dan pelaku UMKM tentu berharap semakin banyak masyarakat yang datang dan berbelanja,” ujar Miftahudin.
Ia menambahkan, konektivitas transportasi yang semakin luas juga membuka peluang bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk menjangkau pusat-pusat aktivitas ekonomi di Jakarta, termasuk pasar tradisional yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi rakyat.
DPW IKAPPI DKI Jakarta berharap inovasi layanan transportasi publik seperti ini dapat terus diperkuat dan dikembangkan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam aspek mobilitas, tetapi juga berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Harapannya
IKAPPI juga mendorong agar pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat serta memperhatikan keterkaitan antara transportasi publik dengan penguatan sektor ekonomi rakyat, khususnya pedagang pasar dan UMKM.
Dengan sinergi antara kebijakan transportasi dan penguatan ekonomi kerakyatan, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang semakin inklusif, ramah bagi pelaku usaha kecil, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Tutup Miftahudin.












