Istana Isyaratkan Penyesuaian Anggaran Program MBG
NASIONAL

Istana Isyaratkan Penyesuaian Anggaran Program MBG

×

Istana Isyaratkan Penyesuaian Anggaran Program MBG

Sebarkan artikel ini

NEMUKABAR.COM – Pemerintah membuka peluang dilakukannya penyesuaian terhadap anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan evaluasi terhadap tata kelola dan validasi data penerima manfaat. Potensi perubahan kebutuhan anggaran tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya mengisyaratkan adanya penurunan alokasi dana program prioritas tersebut.

Prasetyo menjelaskan bahwa kemungkinan perubahan besaran anggaran bukan semata-mata karena pengurangan program, melainkan merupakan konsekuensi dari proses pembenahan sistem pengelolaan di Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti dengan pemutakhiran data penerima manfaat. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Jadi begini kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia menerangkan bahwa proses evaluasi yang dilakukan pemerintah mencakup perbaikan tata kelola kelembagaan sekaligus verifikasi data agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran. Dengan tersedianya data yang lebih akurat, kebutuhan pendanaan diperkirakan dapat berubah dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya.

“Setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG,” jelas Prasetyo.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengungkapkan rencananya untuk mengadakan pertemuan dengan pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, guna membahas arah kebijakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sepanjang 2026. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari tindak lanjut evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program.

Menurut Purbaya, pembahasan akan difokuskan pada strategi pelaksanaan MBG setelah pemerintah melakukan evaluasi besar terhadap program tersebut. Ia mengakui bahwa hasil evaluasi membuka peluang adanya penyesuaian kebutuhan anggaran, meskipun belum merinci besaran maupun mekanisme perubahan yang dimaksud.

“Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas akan ada penurunan,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Di sisi lain, Purbaya memastikan bahwa isu mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak menjadi agenda pembahasan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden di Istana Kepresidenan. Menurutnya, rapat kabinet lebih banyak membahas kondisi perekonomian nasional beserta berbagai tantangan yang diperkirakan akan dihadapi pemerintah dalam waktu mendatang.

“Enggak, enggak. Tadi enggak bahas MBG, bahas kemajuan ekonomi sekarang, dan risiko apa yang kita hadapi ke depan serta strategi Presiden apa,” kata Purbaya.

Pernyataan Prasetyo Hadi dan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan bahwa pemerintah masih melakukan penyempurnaan terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sebelum menetapkan kebutuhan anggaran final. Proses evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan APBN, memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program, serta memastikan bantuan gizi diberikan secara tepat sasaran kepada kelompok penerima manfaat yang telah diverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *