GIMIT Dukungan 22 Program Kampung Nelayan Merah Putih di SBT - Nemukabar.com
REGIONAL

GIMIT Dukungan 22 Program Kampung Nelayan Merah Putih di SBT

×

GIMIT Dukungan 22 Program Kampung Nelayan Merah Putih di SBT

Sebarkan artikel ini
Aswan Kelian (Ketua Bidang Kebijakan Publik GIMIT).

Nemukabar.com – Gerakan Intelektual Muda Indonesia Timur (GIMIT) menyatakan dukungan penuh terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, yang memperoleh alokasi sebanyak 22 bantuan Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia pada tahun 2026.

GIMIT menilai program tersebut merupakan langkah strategis dan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur yang memiliki potensi sumber daya laut cukup besar.

Dukungan tersebut juga disertai apresiasi kepada Bupati Seram Bagian Timur yang dinilai telah menunjukkan konsistensi dan komitmen dalam mendorong pembangunan daerah, terutama dalam memperjuangkan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Muhamad Aswan Kelian, Ketua Bidang Kebijakan Publik Gerakan Intelektual Muda Indonesia Timur (GIMIT), menyampaikan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar pembangunan infrastruktur perikanan, melainkan peluang besar untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu jantung penggerak pendapatan masyarakat SBT. Karena itu, kehadiran 22 program KNMP harus dipandang sebagai momentum penting untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan produktivitas nelayan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat, terutama di desa-desa pesisir dan wilayah terpencil.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini harus kita lihat sebagai peluang besar bagi masa depan ekonomi masyarakat Seram Bagian Timur. Ini bukan hanya tentang pembangunan fasilitas nelayan, tetapi bagaimana pemerintah menghadirkan akses ekonomi, meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan menciptakan perputaran ekonomi yang nyata di tengah masyarakat,” ungkap Aswan.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut harus dikawal secara bersama-sama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat nelayan. Jangan sampai bantuan yang telah diperjuangkan dan dialokasikan pemerintah hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus dipastikan mampu meningkatkan kapasitas nelayan, memperkuat rantai distribusi hasil perikanan, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

Lebih lanjut, GIMIT memberikan apresiasi kepada Bupati Seram Bagian Timur atas konsistensi dalam mendorong pembangunan daerah. Menurut Aswan, kepemimpinan daerah harus dinilai dari sejauh mana kebijakan dan program pembangunan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah dan konsistensi Bupati Seram Bagian Timur dalam mendorong pembangunan daerah. Bagi kami, pembangunan bukan sekadar janji dan retorika politik, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata, keberanian memperjuangkan program strategis, serta kemampuan menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

GIMIT berharap 22 program Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dapat direalisasikan dan dikelola secara maksimal, transparan, serta tepat sasaran. Pemerintah daerah juga diharapkan membangun sinergi dengan pemerintah desa, kelompok nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan agar keberlanjutan program dapat terjamin.

“Sudah saatnya potensi kelautan SBT menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar kekayaan alam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap program ini menjadi titik awal kebangkitan ekonomi nelayan dan mendorong Seram Bagian Timur menjadi salah satu daerah dengan sektor perikanan yang maju dan berdaya saing di Maluku,” tutup Aswan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *