Nemukabar.com – Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, angkat suara menanggapi aksi mahasiswa yang mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku memeriksa Abdullah Vanath terkait persoalan aset Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kelrey menduga pengangkatan kembali kasus lama tersebut memiliki motif politik.
Kelrey menyarankan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, agar tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan dan tidak terganggu oleh dinamika politik yang dinilainya sebagai “riak-riak kecil, bukan arus Laut Banda”.
“Pak Abdullah Vanath sebaiknya fokus kerja saja. Jangan terlalu memikirkan riak-riak kecil. Itu arus geser saja, bukan arus Laut Banda,” ujar Kelrey. Kamis, (29/01/2026).
Ia juga menduga aksi mahasiswa tersebut berpotensi ditunggangi kepentingan kelompok tertentu. Namun, dugaan tersebut memerlukan bukti dan belum dapat dianggap sebagai fakta.
Kelrey mengingatkan mahasiswa agar mengutamakan pengaderan, memperkuat gerakan advokasi, serta memperjuangkan persoalan rakyat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kebijakan negara.
“Mahasiswa seharusnya fokus pada pengaderan dan advokasi persoalan rakyat. Jangan sampai gerakan mahasiswa kehilangan arah karena kepentingan tertentu,” tegasnya.
Pernyataan Kelrey muncul menyusul pemberitaan mengenai aksi demonstrasi di Kejati Maluku yang mendesak pemeriksaan Abdullah Vanath terkait aset SBT. Desakan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum dan pemeriksaan bukti secara objektif. (NK).












