NEMUKABAR.COM – Seorang jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Selasa (5/5/2026) malam. Jemaah tersebut diketahui bernama Syamsuddin P Launang (56), yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19 Embarkasi Makassar.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Syamsuddin. Ia menjelaskan, almarhum sebelumnya tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin (4/5/2026) sebagai bagian dari tahapan keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Kami ucapkan Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Syamsuddin P Launang dari kloter 19 asal Kabupaten Mamuju,” ujar Ikbal kepada wartawan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (6/5/2026).
Menurut Ikbal, kondisi kesehatan almarhum mengalami penurunan ketika berada di asrama haji sehingga petugas memutuskan untuk segera merujuknya ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan intensif.
“Almarhum dirujuk ke Wahidin dan mendapatkan perawatan selama sekitar tujuh jam. Namun Allah SWT akhirnya memanggil beliau,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhum meninggal akibat gangguan sesak napas yang dideritanya. Syamsuddin disebut mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.00 Wita saat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dokter yang menangani menyampaikan almarhum meninggal karena sesak napas,” ungkap Ikbal.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Syamsuddin langsung dipulangkan ke Kabupaten Mamuju untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Selama proses perawatan di Makassar, almarhum diketahui tetap didampingi kerabat dekatnya.
“Kebetulan almarhum ada keluarga yang mengantar dan mendampingi. Saat ini jenazah sudah dibawa ke Mamuju untuk dikebumikan,” lanjutnya.
PPIH Embarkasi Makassar juga memastikan bahwa hak keberangkatan haji milik almarhum akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Penggantian porsi haji disebut telah diajukan dan nantinya dapat dialihkan kepada ahli waris berdasarkan nomor urut antrean.
“Kami sudah mengajukan penggantian sesuai nomor urut porsi,” katanya.
Di sisi lain, proses pemberangkatan jemaah calon haji melalui Embarkasi Makassar tetap berlangsung normal. Hingga Rabu (6/5/2026), embarkasi tercatat telah menerima jemaah hingga kloter 22 dan memberangkatkan sebanyak 7.849 calon haji menuju Arab Saudi.
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji RI, Rudi Nuruddin Ambary, menilai pelaksanaan layanan haji di Embarkasi Makassar berjalan tertib dan terorganisasi dengan baik.
“Alhamdulillah semuanya berjalan sangat rapi di sini,” ujarnya.
Meski demikian, Rudi mengingatkan agar rangkaian seremoni pelepasan jemaah tidak berlangsung terlalu panjang demi menjaga kondisi fisik para calon haji sebelum menjalani perjalanan udara jarak jauh menuju Tanah Suci.
“Jangan sampai sambutan terlalu banyak dan berlarut-larut, karena energi jemaah dibutuhkan untuk perjalanan ibadah,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap penerapan layanan Mekkah Route di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang dinilai mampu mempercepat proses administrasi keimigrasian sebelum jemaah tiba di Arab Saudi.
“Dengan Mekkah Route, saat tiba di Arab Saudi jemaah tidak perlu lagi antre proses imigrasi,” pungkasnya.












