Menjelang Idul Adha, Aksi Pencurian Sapi di Tuban Kian Meresah
REGIONAL

Menjelang Idul Adha, Aksi Pencurian Sapi di Tuban Kian Meresahkan Peternak

×

Menjelang Idul Adha, Aksi Pencurian Sapi di Tuban Kian Meresahkan Peternak

Sebarkan artikel ini

NEMUKABAR.COM – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, keresahan melanda kalangan peternak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sedikitnya delapan ekor sapi dilaporkan hilang akibat dugaan aksi pencurian yang terjadi di sejumlah titik berbeda, terutama di wilayah Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena terjadi saat permintaan hewan kurban mulai meningkat.

Kasus kehilangan ternak pertama dilaporkan terjadi di Dusun Tlogowuni, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, pada Selasa malam, 28 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB. Seorang peternak bernama Mohammad Toha Rivai kehilangan empat ekor sapi dari kandang miliknya. Hilangnya ternak tersebut baru diketahui ketika korban pulang dari sawah dan hendak memberi pakan seperti rutinitas sehari-hari.

Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, menjelaskan bahwa seluruh sapi milik korban telah hilang saat diperiksa di kandang.

“Empat ekor sapi yang hilang terdiri dari sepasang sapi Limosin dewasa dan dua ekor sapi lainnya,” ungkap Iptu Siswanto, Rabu 29 April 2026.

Menurutnya, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelaku. Polisi menemukan jejak kaki sapi serta bekas roda kendaraan di jalur tegalan yang berada di belakang kandang korban.

Temuan tersebut mengarah pada dugaan bahwa sapi-sapi hasil curian diangkut menggunakan kendaraan roda empat untuk mempermudah pelarian.

Belum tuntas penanganan kasus di Merakurak, aksi serupa kembali terjadi di Kecamatan Jenu. Dua ekor sapi milik warga Dusun Bogang, Desa Beji, dilaporkan hilang pada Rabu dini hari, 29 April 2026. Kedua pemilik ternak diketahui bernama Kusnan dan Asih. Kehilangan itu baru disadari sekitar pukul 05.00 WIB saat para pemilik hendak membersihkan area kandang.

Kapolsek Jenu AKP Darwanto menyampaikan bahwa sapi yang hilang terdiri dari satu ekor sapi betina jenis Simental milik Kusnan dan satu ekor sapi betina jenis Limosin milik Asih.

“Satu sapi betina jenis Simental milik Kusnan dan satu sapi betina jenis Limosin milik Asih hilang saat pagi hari,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa para korban tidak mendengar suara mencurigakan selama peristiwa pencurian berlangsung.

Fenomena pencurian hewan ternak tersebut ternyata bukan kali pertama terjadi di wilayah Kecamatan Jenu. Sebelumnya, dua ekor sapi milik warga Desa Karangasem juga dilaporkan hilang sekitar sepekan lalu. Kepala Desa Karangasem, Surip, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Pelaku mencuri dua ekor sapi di Desa Karangasem, kejadiannya sekitar seminggu lalu,” katanya.

Rangkaian kasus pencurian ternak yang terjadi menjelang Iduladha ini diduga dilakukan secara terorganisasi. Selain memanfaatkan situasi malam hari yang sepi, pelaku diduga telah memetakan lokasi kandang yang jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor yang mempermudah aksi pencurian tanpa diketahui pemilik ternak.

Hingga kini, jajaran kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku. Aparat juga mengimbau masyarakat, khususnya peternak sapi, untuk meningkatkan pengawasan kandang dan memperkuat sistem keamanan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Akibat serangkaian pencurian tersebut, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp60 juta. Nilai kerugian yang cukup besar itu semakin menambah keresahan peternak, terlebih menjelang momentum Iduladha yang biasanya menjadi periode utama penjualan hewan kurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *