NEMUKABAR.COM – Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, melontarkan kritik tajam kepada klub Eredivisie, NAC Breda. Sindiran tersebut berkaitan dengan polemik izin kerja dan paspor pemain yang sempat mencuat di Liga Belanda musim 2025/2026, atau dikenal dengan istilah “passportgate”.
Hubner sendiri termasuk dalam daftar pemain yang terdampak persoalan administrasi tersebut. Kasus ini bermula ketika NAC Breda melaporkan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James yang disebut berstatus tidak sah usai proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia.
Saat itu, NAC bahkan meminta KNVB untuk mengulang pertandingan melawan Go Ahead Eagles yang berakhir dengan kekalahan telak 0-6. Laporan tersebut kemudian memicu investigasi bersama otoritas sepak bola dan imigrasi Belanda.
Dari hasil penelusuran, ditemukan puluhan pemain yang memiliki persoalan serupa terkait dokumen dan izin kerja. Selain Hubner, beberapa pemain lain seperti Nathan Tjoe-A-On, Dean James, serta Tim Geypens juga ikut terdampak.
Akibatnya, para pemain tersebut sempat tidak diperbolehkan tampil, berlatih, maupun menggunakan fasilitas klub masing-masing hingga proses administrasi mereka diselesaikan.
Namun, situasi akhirnya mereda setelah KNVB memutuskan tidak memberikan sanksi kepada Go Ahead Eagles maupun Dean James, serta menolak permintaan NAC Breda untuk mengulang pertandingan. Meski demikian, seluruh pemain yang bermasalah tetap diwajibkan menyelesaikan izin kerja sebelum kembali bermain.
Setelah urusan administrasi rampung, Justin Hubner kembali merumput. Menariknya, laga perdananya usai “passportgate” justru mempertemukan timnya dengan NAC Breda, klub yang dianggap sebagai pemicu polemik tersebut.
Dalam wawancara bersama ESPN Belanda, Hubner mengaku kesal dengan situasi yang sempat dialaminya.
“Tidak menyenangkan ketika anda tidak diizinkan untuk berlatih atau bermain dalam pertandingan karena masalah paspor itu. Dan itu juga karena NAC,” kata Hubner, dikutip Senin (13/4/2026).
Ia bahkan menyebut langkah yang diambil NAC sebagai sesuatu yang memicu kontroversi besar.
“Pertama-tama, saya merasa ini skandal karena manajemen klub [NAC Breda] yang mengambil tindakan,” katanya.
“Apa masalahnya bagi klub itu dengan kewarganegaraan anda? Biarkan kami bermain sepak bola,” sambung dia.
Lebih jauh, Hubner juga menyinggung kekalahan telak NAC saat menghadapi Go Ahead Eagles. Ia menilai langkah meminta pertandingan ulang sebagai tindakan yang tidak tepat.
“Jika anda kalah telak 0-6 oleh Go Ahead Eagles, maka anda tidak berhak mulai bicara tentang paspor. Ini juga tentang Dean James, tapi bukan berarti dia mencetak lima gol lawan NAC,” jelas Hubner.
Ia menambahkan bahwa kontribusi Dean James dalam pertandingan tersebut tetap sesuai perannya sebagai pemain bertahan.
“Dean bermain sebagai bek kiri dan sudah melakukan tugasnya. Sungguh memalukan bagi manajemen NAC yang sudah mengambil tindakan,” tambahnya.












