Piala Dunia 2026: Pengalaman Jadi Alasan Louis Saha Pilih
OLAHRAGA

Piala Dunia 2026: Pengalaman Jadi Alasan Louis Saha Pilih Prancis sebagai Favorit

×

Piala Dunia 2026: Pengalaman Jadi Alasan Louis Saha Pilih Prancis sebagai Favorit

Sebarkan artikel ini
Pemain Timnas Prancis, Desire Doue, Marcus Thuram, Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Lucas Digne dan Rayan Cherki (kiri ke kanan) saat mengikuti sesi latihan di pusat pelatihan New England Revolution di Foxborough, Massachusetts, pada 25 Maret 202. Jelang perhelatan Piala Dunia 2026, Timnas Prancis bertemu Brasil di Stadion Gillette, Foxboro, Amerika Serikat. (Franck FIFE/AFP)

NEMUKABAR.COM – Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, perhatian publik sepak bola dunia semakin tertuju pada persaingan antartim nasional yang akan berlangsung di Amerika Utara. Turnamen edisi kali ini menghadirkan format baru dengan melibatkan 48 negara peserta, menjadikannya kompetisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Atmosfer antusiasme pun terasa semakin kuat seiring semakin dekatnya laga pembuka yang akan berlangsung pekan depan.

Sejumlah negara dengan tradisi kuat di sepak bola internasional kembali masuk dalam daftar unggulan untuk meraih gelar juara. Tim-tim seperti Prancis, Spanyol, Argentina, Inggris, dan Brasil diprediksi akan menjadi kekuatan utama dalam perebutan trofi yang akan diperebutkan hingga partai final pada 19 Juli mendatang. Berbagai analisis dari pengamat dan mantan pemain turut memperkaya diskusi mengenai peta persaingan turnamen tersebut.

Di tengah beragam prediksi yang bermunculan, mantan penyerang Manchester United dan Timnas Prancis, Louis Saha, menyampaikan pandangannya mengenai kandidat terkuat peraih gelar juara dunia tahun ini. Saha, yang pernah menjadi bagian dari skuad Prancis yang mencapai final Piala Dunia 2006, secara terbuka menempatkan Les Bleus sebagai favorit utama dibandingkan sejumlah pesaing lainnya, termasuk Inggris.

Menurut Saha, pilihannya terhadap Prancis tidak didasarkan pada faktor emosional sebagai warga negara Prancis. Ia menilai kualitas sumber daya manusia yang dimiliki tim tersebut, baik dari sisi kepelatihan maupun komposisi pemain, menjadi alasan utama mengapa Prancis layak dijagokan untuk kembali berjaya di panggung dunia.

“Prancis adalah favorit saya di Piala Dunia, bukan karena saya orang Prancis, tetapi karena pengalaman yang dimiliki manajer dan para pemainnya,” ujar Saha.

Mantan penyerang yang juga pernah membela Fulham itu menekankan bahwa pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan modal penting dalam menghadapi tekanan kompetisi sebesar Piala Dunia. Ia meyakini kemampuan mengelola situasi krusial selama turnamen akan menjadi faktor pembeda bagi tim yang ingin melangkah hingga pertandingan terakhir.

Saha juga menilai bahwa skuad Prancis saat ini telah mengalami perkembangan signifikan dibandingkan tim yang sukses menjuarai Piala Dunia 2018. Menurutnya, kehadiran sejumlah pemain elite yang sedang berada dalam performa terbaik membuat kualitas tim semakin meningkat.

“Ini bukan tim yang sama yang memenangkannya [pada tahun 2018], tetapi saya pikir tim ini telah berkembang dengan adanya pemenang Ballon d’Or kami, [Ousmane] Dembele, tetapi juga [Kylian] Mbappe, yang sedang dalam performa terbaik bersama Real Madrid,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan Saha bahwa kombinasi antara pengalaman, kualitas individu, serta kematangan taktik menjadikan Prancis sebagai salah satu kandidat paling kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki serta keberadaan pemain-pemain kelas dunia di berbagai lini, Les Bleus dinilai memiliki kapasitas untuk kembali menorehkan prestasi tertinggi di panggung sepak bola internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *