Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Bandar Lampung, BPBD
REGIONAL

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Bandar Lampung, BPBD Salurkan 20.000 Liter untuk Ratusan KK

×

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Bandar Lampung, BPBD Salurkan 20.000 Liter untuk Ratusan KK

Sebarkan artikel ini
BPBD Kota Bandar Lampung salurkan 20.000 liter air bersih.

NEMUKABAR.COM – Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung memicu penurunan ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, ratusan kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mengalami kekeringan.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung bergerak cepat dengan mendistribusikan 20.000 liter air bersih menggunakan empat unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Penyaluran bantuan dipusatkan di dua lokasi, yakni Jalan Raya Suban RT 010 dan RT 013 Lingkungan I, Kelurahan Pidada. Sebanyak 240 kepala keluarga atau sekitar 950 jiwa menerima bantuan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak, mandi, mencuci, dan keperluan sehari-hari lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai sumur warga yang mulai mengering. Tim BPBD kemudian melakukan asesmen lapangan sebelum memutuskan pengiriman bantuan.

“Kami menerima laporan adanya warga yang mengalami kesulitan air bersih karena sumur mereka mulai mengering. Setelah dilakukan asesmen di lapangan, kami langsung menurunkan armada tangki air agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Idham, Rabu (29/7/2026).

Menurut Idham, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau berlangsung. Apabila ditemukan daerah lain yang mengalami kondisi serupa, distribusi bantuan air bersih akan segera dilakukan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

“Kami menyiagakan armada distribusi air bersih. Kalau ada laporan baru dan hasil asesmen menunjukkan masyarakat membutuhkan bantuan, tentu akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, warga Kelurahan Pidada mengaku sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih tersebut. Salah seorang warga, Marni, mengatakan bantuan tersebut menjadi solusi sementara di tengah kondisi sumur warga yang tidak lagi menghasilkan air.

“Alhamdulillah, kami senang dan berterima kasih sudah dibantu air bersih. Air ini memang paling dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari masak, mandi, sampai mencuci,” ujar Marni.

Ia menuturkan bahwa musim kemarau tahun ini dirasakan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain suhu udara yang meningkat, cadangan air tanah juga mengalami penurunan sehingga sumur warga lebih cepat mengering dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.

“Rasanya kemarau tahun ini lebih panas. Air sumur di sini sampai benar-benar kering. Mudah-mudahan kemaraunya tidak berlangsung lama, karena kalau tidak ada air, kami benar-benar repot,” tuturnya.

Selain melayani kebutuhan warga di Kelurahan Pidada, BPBD Kota Bandar Lampung juga mendistribusikan bantuan air bersih ke Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dalam rangka pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ikhlas.

Idham menegaskan bahwa penanganan dampak kekeringan menjadi salah satu fokus utama BPBD selama musim kemarau. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga perangkat lingkungan guna memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses air bersih. Kebutuhan dasar warga harus tetap terpenuhi meskipun musim kemarau masih berlangsung,” ungkap Idham.

Lebih lanjut, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat merespons secara cepat melalui distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Jika mulai mengalami kesulitan air bersih, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD supaya bisa segera kami tindak lanjuti,” tandas Idham.

Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan akan terus mengoptimalkan upaya mitigasi dampak kekeringan dengan mengedepankan respons cepat, asesmen lapangan yang komprehensif, serta distribusi bantuan air bersih secara tepat sasaran guna menjaga keberlangsungan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *