NEMUKABAR.COM – Kehadiran fasilitas produksi milik Apple di Batam mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Pabrik tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang memproduksi perangkat pelacak AirTag dan kini telah memasuki pasar ekspor.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mengungkapkan bahwa fasilitas di Batam memiliki peran penting dalam rantai produksi global Apple.
“Pabrik Apple di Batam ini menjadi fasilitas pertama di Indonesia yang memproduksi AirTag, yakni perangkat pelacak canggih yang terhubung dengan jaringan Find My milik Apple dan kami mendapat kabar produknya sudah mulai ekspor ke Amerika Serikat,” ujarnya dalam keterangan pada Selasa (21/4/2026).
Selain investasi di sektor manufaktur, Apple juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui program pendidikan teknologi. Hal ini ditandai dengan pembukaan sejumlah pusat pelatihan pengembang aplikasi di berbagai kota di Indonesia.
“Apple sendiri telah mengumumkan pembukaan lima Apple Developer Institute di Indonesia, di Surabaya, Batam, Tangerang dan dua fasilitas Apple Developer Institute di Jakarta,” ucapnya.
Meski demikian, DPR menilai nilai investasi Apple di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain di kawasan, khususnya Vietnam. Perbandingan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mendorong peningkatan investasi industri teknologi di dalam negeri.
“Investasi yang dilakukan Apple di Indonesia dan Vietnam terbilang masih cukup jomplang. Bila kita bandingkan dengan Vietnam, investasi Apple mencapai lebih dari Rp256 triliun dan memiliki pabrik untuk produk-produk seperti Macbook, iPad, Apple Watch, AirPods dan menyerap 200.000 lapangan kerja. Sementara di Indonesia Apple berfokus pada pengembangan talenta melalui Apple Academy dan komitmen investasi sekitar Rp15,9 triliun untuk manufaktur lokal (AirTag/AirPods),” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus mendorong peningkatan investasi strategis, khususnya dalam sektor manufaktur berteknologi tinggi. Dengan potensi pasar dan sumber daya yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak produksi global ke dalam negeri.












