8 Juta Pemudik Diperkirakan Masuk Yogyakarta, Pemerintah
REGIONAL

8 Juta Pemudik Diperkirakan Masuk Yogyakarta, Pemerintah Siapkan Layanan Maksimal

×

8 Juta Pemudik Diperkirakan Masuk Yogyakarta, Pemerintah Siapkan Layanan Maksimal

Sebarkan artikel ini
Mudik Gratis Tahun 2026/1447 Hijriah siap dihelat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Program ini menjadi bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

NEMUKABAR.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah terus memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat selama periode perjalanan hari raya.

Dalam kunjungannya meninjau kesiapan transportasi di bandara dan stasiun kereta api di wilayah DIY, Djamari menekankan pentingnya pelayanan maksimal kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa seluruh petugas di sektor transportasi publik memiliki tanggung jawab utama untuk melayani pemudik dengan baik.

“Kita sudah ditakdirkan untuk melayani masyarakat sehingga tidak ada lagi tugas lain selain melayani masyarakat terlebih pada saat sekarang ini,” kata Djamari saat meninjau di Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Rabu sebagaimana keterangan diterima di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta agar seluruh sistem pelayanan di bandara dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan penumpang selama masa mudik Lebaran.

Menurut dia, jika ada maskapai ingin membuka penerbangan selama 24 jam maka harus dilakukan.

“Hal yang kritis adalah apabila ada satu penerbangan yang delay, maka informasi harus cepat,” ujarnya.

Djamari menilai keterbukaan informasi kepada penumpang menjadi kunci penting agar masyarakat tidak mengalami kebingungan ketika terjadi keterlambatan penerbangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Informasi yang harus diketahui masyarakat, kata dia, terkait kapan pesawat akan diberangkatkan atau apakah ada pengganti penerbangan tersebut.

“Itu masyarakat harus tahu sehingga hubungan kita dengan maskapai penerbangan juga harus terjalin setiap saat, setiap hari, dan mungkin setiap jam,” ujarnya.

Selain bandara, Menko Polkam juga meninjau kesiapan pelayanan di Stasiun Tugu Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya dedikasi para petugas transportasi publik dalam memberikan layanan kepada masyarakat selama musim mudik.

Dia menyebut sudah menjadi konsekuensi bagi para pekerja yang berada di sektor pelayanan publik tidak pernah merasakan libur saat hari raya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pembagian tugas antarpetugas dilakukan secara proporsional untuk menghindari kelelahan kerja yang berpotensi menimbulkan kesalahan operasional.

Menko mengingatkan aturan pembagian tugas dapat dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kelengahan, kelalaian, dan kejenuhan.

“Jika itu terjadi maka akan menimbulkan kecelakaan dan itu bisa bergulir menjadi besar, seolah-olah pekerjaan kita yang begitu bagus menjadi tidak berguna hanya karena satu kecelakaan kecil,” ungkapnya.

Djamari juga meminta PT Kereta Api Indonesia untuk terus memperkuat koordinasi dengan unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar selama periode mudik.

Dia meyakini seluruh pegawai yang bekerja di bandara dan stasiun mampu melaksanakan tugas dengan baik karena ini adalah bentuk dedikasi untuk kepentingan rakyat dan masyarakat.

“Untuk para petugas, pesan saya sekali-kali jangan bosan, jangan lelah dan jangan jenuh untuk melayani masyarakat kita,” pesannya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah DIY Aria Nugrahadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemantauan intensif terhadap kesiapan pelayanan mudik di wilayah Yogyakarta. Ia mengungkapkan jumlah pemudik yang diperkirakan masuk ke daerah tersebut cukup besar.

“Tentu kesiapan dan perhatian dari Kemenko Polkam menjadi suatu keyakinan bagi kami untuk bisa menyambut, melayani, dalam rangkaian Lebaran nanti menjadi lebih baik,” kata Aria.

Ia juga mengungkapkan potensi pergerakan pemudik menuju Yogyakarta pada musim Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar delapan juta orang.

Di sisi lain, General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Ruly Artha, memastikan pihak bandara telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan penumpang.

“Kami memprediksi puncak arus mudik terjadi tanggal 13 Maret,” ujarnya.

Ruly menjelaskan posko pelayanan terpadu akan mulai beroperasi penuh pada 11 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan personel guna mendukung kelancaran operasional selama masa mudik.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia, Awan H. Purwadinata, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk menghadapi lonjakan penumpang selama libur Lebaran.

Sedangkan, Direktur Operasi PT KAI Awan H. Purwadinata menyampaikan KAI akan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi libur Lebaran dengan melakukan pemantauan daerah khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *