NEMUKABAR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan realisasi pembiayaan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mencapai sekitar Rp149 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan sektor jasa keuangan terhadap percepatan pembangunan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
Informasi itu disampaikan Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan pembiayaan awal untuk pembangunan lebih dari 80.000 unit Kopdes Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
“Per Desember 2025 telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp149 triliun sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia,” ujar Friderica.
Menurutnya, penyaluran pembiayaan ini mencerminkan sinergi antara kebijakan pemerintah dan sektor jasa keuangan dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kapasitas usaha lokal, serta membuka peluang kerja baru di daerah.
OJK juga terus mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi dapat beroperasi aktif sepanjang 2026 agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa dan kelurahan.
Presiden Prabowo Subianto menyebut sedikitnya 25.000 Kopdes Merah Putih ditargetkan sudah beroperasi pada Maret mendatang dari total rencana sekitar 81.000 koperasi secara nasional.
Ia menegaskan peran koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat sekaligus pendorong kebangkitan ekonomi di berbagai sektor.
“Hal itu menunjukkan bahwa perekonomian nasional akan kembali menguat di seluruh sektor,” tegas Presiden.
Dengan dukungan pembiayaan yang besar, program Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya memperluas akses permodalan masyarakat desa, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara menyeluruh.












