NEMUKABAR.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus TransJakarta dan sebuah sepeda motor Honda PCX terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kampus Atma Jaya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka terbuka pada bagian kaki kanan dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Berdasarkan informasi dari Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, kecelakaan bermula ketika sepeda motor melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Jenderal Sudirman. Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara diduga berusaha mendahului kendaraan lain melalui sisi kiri jalan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab insiden tersebut berkaitan dengan keterbatasan ruang gerak saat pengendara mencoba menyalip bus di area tikungan.
“Sesampainya di TKP, diduga karena kurang ruang saat menyalip dari kiri di tikungan, sepeda motor tersenggol dan terlindas bus TransJakarta yang melaju searah,” ujar Ojo, Sabtu (25/7/2026).
Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka terbuka pada kaki kanan. Korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo untuk memperoleh perawatan medis sekaligus menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat. Sepeda motor Honda PCX mengalami kerusakan pada bagian sayap kanan depan berupa lecet dan komponen yang terlepas, sedangkan bus TransJakarta mengalami lecet pada bagian bodi sisi kiri.
Setelah menerima laporan kejadian, petugas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat, mendokumentasikan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Penanganan perkara masih berlangsung dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” kata Ojo.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan sehingga penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Seluruh fakta dan alat bukti yang diperoleh di lapangan akan dianalisis sebagai dasar untuk menentukan kronologi serta faktor yang menyebabkan terjadinya insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memperhatikan ruang gerak kendaraan lain, khususnya saat melintas di jalur padat maupun area tikungan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan lebih tinggi.












