NEMUKABAR.COM – PT Pertamina International Shipping (PIS) meningkatkan kewaspadaan dalam mengawal pelayaran armadanya menyusul dibukanya kembali jalur Selat Hormuz oleh Iran. Perusahaan memastikan dua kapalnya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintas dengan aman melalui jalur vital tersebut.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi risiko selama pelayaran berlangsung.
“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi,” kata Vega Pita, Sabtu (18/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, PIS juga aktif menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang berperan dalam menjembatani komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di kawasan tersebut.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, hingga otoritas setempat untuk memastikan seluruh aspek operasional, termasuk perizinan, berjalan sesuai ketentuan.
PIS menegaskan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama, disertai dengan upaya menjaga keamanan kapal dan muatan yang dibawa selama melintasi wilayah yang sebelumnya sempat memanas akibat konflik geopolitik.
Di sisi lain, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga minyak global. Harga minyak dilaporkan mengalami penurunan signifikan setelah pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, yang menyebut Selat Hormuz kembali terbuka selama masa gencatan senjata.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan bahwa konflik dengan Iran yang dimulai pada akhir Februari berpotensi segera berakhir.
Berdasarkan laporan CNBC, harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei turun hampir 12 persen dan ditutup di level USD 83,85 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent untuk pengiriman Juni terkoreksi sekitar 9 persen menjadi USD 90,38 per barel.
Dalam pernyataannya di media sosial, Araghchi menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz diwajibkan mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan oleh otoritas maritim Iran demi menjaga keamanan bersama.
Menanggapi hal tersebut, Trump melalui akun Truth Social menyampaikan apresiasi kepada Iran atas pembukaan jalur pelayaran tersebut. Namun, dalam pernyataan terpisah, ia menegaskan bahwa kebijakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih tetap diberlakukan.
“BERLAKU PENUH,” tulis Trump, menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan tetap berjalan hingga tercapai kesepakatan antara kedua negara.
Sementara itu, situasi di kawasan juga dipengaruhi oleh kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlaku selama 10 hari sejak Kamis pukul 17.00 waktu setempat. Konflik sebelumnya melibatkan operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Dalam perkembangan diplomatik terbaru, Trump menyebut akan mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, ke Gedung Putih untuk memulai pembicaraan yang disebut sebagai dialog bermakna pertama antara kedua negara sejak 1983.












