NEMUKABAR.COM – Markas Besar TNI menargetkan proses pemulangan tiga jenazah prajurit penjaga perdamaian yang gugur di Lebanon dapat dilakukan paling lambat pada 3 atau 4 April 2026. Penjadwalan ini disusun setelah proses pembalsaman jenazah di Beirut dinyatakan rampung.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Iwan Bambang Setiawan, mengungkapkan bahwa ketiga jenazah telah dipindahkan dari pos United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menuju rumah sakit di Beirut untuk proses pembalsaman, dan saat ini telah ditempatkan dalam peti jenazah.
Ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah penyelesaian dokumen administrasi yang melibatkan berbagai pihak, baik dari UNIFIL maupun otoritas pemerintah Lebanon.
“Sekarang kami sedang menunggu pengurusan administrasi, baik dari pihak UNIFIL maupun dari pemerintah Lebanon. Karena kurang lebih ada enam surat yang dibutuhkan supaya jenazah itu bisa diberangkatkan ke Indonesia,” tutur Iwan selepas melayat ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Lebih lanjut, Iwan menyebutkan bahwa proses repatriasi ini tidak hanya terkendala urusan administrasi lintas negara, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi keamanan di Lebanon yang belum sepenuhnya stabil. Hal ini berdampak pada terbatasnya akses transportasi udara.
Saat ini, hanya maskapai Middle East Airlines (MEA) yang masih beroperasi di wilayah tersebut. Namun, penerbangannya bersifat tidak menentu karena menyesuaikan situasi keamanan di lapangan.
“Jadi mudah-mudahanlah semuanya dimudahkan dan pada waktunya bisa segera dikembalikan ke Indonesia. Kita berharap paling lambat Jumat atau Sabtu surat-surat itu sudah selesai,” jelas dia.
Selain memprioritaskan pemulangan jenazah, TNI juga memastikan kondisi empat prajurit yang mengalami luka dalam insiden tersebut terus menunjukkan perkembangan positif.
Beberapa prajurit dilaporkan telah menjalani tindakan operasi di rumah sakit setempat dan kini dalam kondisi stabil, meski masih berada dalam pengawasan medis intensif untuk proses pemulihan.
“Alhamdulillah kalau yang luka sekarang kondisinya sudah baik. Ada beberapa yang mengalami operasi tapi juga sudah kondisinya sudah mulai stabil. Doakan saja mudah-mudahan prajurit kita di sana segera pulih,” kata Iwan.
TNI saat ini terus berkoordinasi dengan otoritas Lebanon serta markas besar PBB di New York guna mempercepat penerbitan dokumen perjalanan yang diperlukan, sehingga proses pemulangan dapat segera direalisasikan.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pada Maret 2026. Ketiganya adalah Farizal Rhomadhon, Muhammad Nur Ichwan, dan Zulmi Aditya Iskandar.
Farizal meninggal dunia akibat serangan artileri tidak langsung di wilayah dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026. Sementara itu, Nur Ichwan dan Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di sekitar Bani Haiyyan pada 30 Maret 2026.












