NEMUKABAR.COM – Metropolitan Museum of Art bersama majalah mode Vogue secara resmi mengumumkan tema pameran Costume Institute untuk musim semi 2027 yang akan menjadi dasar konsep Met Gala 2027. Pameran tersebut mengangkat tajuk “John Galliano: Horizon”, sebuah retrospektif yang mengeksplorasi perjalanan kreatif, inovasi desain, serta pengaruh John Galliano terhadap perkembangan industri mode internasional.
Pengumuman yang disampaikan pada 31 Juli 2026 itu segera menjadi perhatian publik global. Di satu sisi, banyak pemerhati fashion menyambut positif keputusan tersebut karena dinilai memberikan ruang untuk mengapresiasi salah satu desainer paling berpengaruh dalam sejarah mode modern. Namun di sisi lain, pemilihan Galliano juga memunculkan diskusi mengenai rekam jejak kontroversial yang pernah membayangi kariernya.
Mengutip laporan USA Today yang terbit pada Rabu (5/8/2026), tema pameran “John Galliano: Horizon” akan menjadi inspirasi utama dress code dalam penyelenggaraan Met Gala 2027. Selama berkarier, Galliano dikenal luas melalui pendekatan desain yang teatrikal, inovatif, serta memadukan unsur sejarah, seni, dan teknik haute couture dalam setiap koleksinya.
Kontribusinya terhadap dunia fashion tercermin dari banyaknya tokoh internasional yang pernah mengenakan karya-karyanya. Sejumlah nama besar seperti Celine Dion, Kate Moss, dan Putri Diana pernah tampil menggunakan rancangan Galliano. Pengaruh estetikanya juga masih terasa hingga kini melalui berbagai penampilan selebritas dunia, termasuk Rihanna, Margot Robbie, dan Zendaya, yang beberapa kali mengenakan koleksi arsip sang desainer dalam berbagai acara bergengsi.
John Galliano memulai perjalanan profesionalnya setelah menyelesaikan pendidikan di Central Saint Martins, University of the Arts London pada 1984. Ia kemudian mendirikan label fesyen dengan namanya sendiri di London sebelum memperluas kiprah ke Paris. Pendekatan desain yang dramatis dan eksperimental membuat namanya cepat memperoleh pengakuan di industri mode internasional.
Karier Galliano mencapai puncaknya ketika dipercaya memimpin rumah mode Givenchy pada 1995. Setahun kemudian, ia mencatat sejarah sebagai desainer asal Inggris pertama yang menduduki posisi direktur kreatif di Dior, salah satu rumah mode paling prestisius di Prancis. Selama memimpin Dior, Galliano melahirkan berbagai karya ikonis, termasuk tas Dior Saddle, serta merancang busana yang dikenakan Putri Diana pada penyelenggaraan Met Gala 1996.
Meski memiliki rekam jejak artistik yang sangat kuat, perjalanan karier Galliano juga diwarnai kontroversi serius. Pada 2011, ia ditangkap di Paris setelah terlibat dalam dua insiden yang berkaitan dengan dugaan ujaran anti-Semit dan rasis. Salah satu peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan Galliano melontarkan pernyataan kontroversial ketika berada di bawah pengaruh alkohol.
Kasus tersebut memicu kecaman luas dari masyarakat internasional maupun pelaku industri mode. Sebagai konsekuensinya, Dior memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Galliano melalui pemberhentian dari jabatan direktur kreatif. Pengadilan di Paris kemudian menyatakan Galliano bersalah atas pelanggaran terkait ujaran kebencian dan menjatuhkan sanksi berupa denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Setelah menjalani masa rehabilitasi dan relatif menjauh dari sorotan publik, Galliano secara bertahap membangun kembali kariernya. Pada 2014, ia dipercaya memimpin Maison Margiela sebagai direktur kreatif, menandai babak baru dalam perjalanan profesionalnya sekaligus menjadi titik balik yang memperlihatkan proses pemulihan reputasinya di industri fashion.
Keputusan Metropolitan Museum of Art menjadikan Galliano sebagai fokus utama pameran Costume Institute 2027 pun memunculkan beragam respons. Sebagian kalangan menilai pameran tersebut merupakan kesempatan penting untuk mengkaji kontribusi artistik Galliano terhadap evolusi desain mode kontemporer. Sebaliknya, sebagian pihak mempertanyakan keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kontroversi yang pernah terjadi dan dampaknya terhadap citra industri fashion.
Sebagai kelanjutan dari pameran “Superfine: Tailoring Black Style” yang digelar pada 2026, pameran “John Galliano: Horizon” akan menampilkan perjalanan kreatif Galliano sejak berkarya di Givenchy, Dior, hingga Maison Margiela. Selain memamerkan karya-karya desain yang menjadi tonggak penting dalam sejarah mode, pameran tersebut juga dirancang untuk mengulas dinamika perjalanan hidup Galliano, termasuk kontroversi, konsekuensi hukum yang pernah dihadapinya, serta perubahan persepsi publik terhadap warisan artistiknya.
Melalui pendekatan tersebut, Metropolitan Museum of Art berupaya menghadirkan perspektif yang komprehensif mengenai sosok John Galliano. Pameran ini tidak hanya mengulas pencapaian kreatif seorang desainer berpengaruh, tetapi juga mengajak publik memahami bagaimana karya seni, reputasi, dan tanggung jawab personal saling beririsan dalam perjalanan industri mode global.












