Istri Bupati Pemalang Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Bungkam
POLHUKAM

Istri Bupati Pemalang Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik

×

Istri Bupati Pemalang Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Bungkam Saat Digiring Penyidik

Sebarkan artikel ini
Istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Noor Faizah Maenofie (NFM), saat tiba di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. Nemukabar.com

NEMUKABAR.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan proses pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Salah satu yang tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026) malam ialah istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Noor Faizah Maenofie (NFM).

Kehadiran Noor Faizah menjadi bagian dari rangkaian penyidikan perkara dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Sebelumnya, ia telah menjalani pemeriksaan awal di Polres Pemalang sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Noor Faizah tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 19.12 WIB. Ia mengenakan busana bermotif garis horizontal berwarna hitam putih yang dipadukan dengan jaket putih gading serta kerudung berwarna merah muda.

Selama proses pengawalan menuju ruang pemeriksaan, Noor Faizah memilih tidak memberikan komentar kepada awak media. Ia tampak menundukkan kepala dan langsung memasuki gedung melalui akses belakang dengan pengawalan penyidik KPK.

Selain Noor Faizah, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pemalang juga dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang Joko Triasmoro.

Ketiga nama tersebut termasuk dalam kelompok yang diprioritaskan penyidik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Mereka merupakan bagian dari 12 orang yang dipilih dari total pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Sebelumnya, lima orang lainnya telah lebih dahulu berada di Gedung Merah Putih KPK sejak Selasa (28/7/2026) malam. Salah satunya adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, yang juga telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa operasi tangkap tangan tersebut menjaring puluhan pihak dari beberapa daerah.

“Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan, tim mengamankan sejumlah 21 orang. Lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang diamankan di Pemalang, dan satu orang diamankan di Purworejo,” kata Budi Prasetyo, Rabu (29/7/2026).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa tidak seluruh pihak yang diamankan langsung diperiksa di Jakarta. Penyidik melakukan seleksi berdasarkan kebutuhan pembuktian dalam proses penyidikan.

“Adapun dari 21 orang tersebut, 12 orang akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK Merah Putih. Dari 12 orang tersebut, lima di antaranya yang diamankan di Jakarta, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK,” tambahnya.

Menurut KPK, operasi tangkap tangan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik penerimaan uang dari proyek pemerintah daerah serta dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang diduga melibatkan Bupati Anom Widiyantoro bersama sejumlah pihak lainnya.

Selain mengamankan para pihak, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk uang tunai dalam jumlah signifikan yang akan menjadi bagian dari proses pembuktian.

“Selain mengamankan 21 orang, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp 2 miliar, dan tentunya barang bukti-barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini,” kata Budi.

Hingga kini, KPK masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan untuk mendalami konstruksi perkara, aliran dana, serta dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Lembaga antirasuah juga belum menyampaikan secara rinci status hukum seluruh pihak yang diperiksa karena proses penyidikan masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *