NEMUKABAR.COM, Pulau Gag – Kunjungan petinggi PT Aneka Tambang (Antam) ke Pulau Gag, Papua Barat Daya, menuai kekecewaan dari masyarakat adat dan mahasiswa setempat. Kedatangan rombongan yang tiba di Bandara Paniki, pada Selasa, (21/04/2026), sekitar pukul 08.50 WIT itu justru berakhir tanpa dialog terbuka dengan warga.
Sejak awal, masyarakat dan mahasiswa mempertanyakan tujuan kunjungan tersebut. Mereka kemudian menggelar aksi damai dengan harapan dapat berdialog langsung dan menyampaikan aspirasi kepada pihak perusahaan, khususnya terkait aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah mereka.
Pada hari yang sama, sebenarnya dijadwalkan pertemuan antara masyarakat dengan pihak PT Gag Nikel. Namun, menurut keterangan warga, perwakilan perusahaan tidak menghadiri forum tersebut untuk bertatap muka secara langsung. Pihak perusahaan sempat meminta waktu dengan alasan akan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dan petinggi Antam.
Masyarakat yang menaruh harapan kemudian menunggu di balai desa. Namun hingga waktu yang dijanjikan, pertemuan tidak kunjung terlaksana. Warga menilai permintaan waktu tersebut hanya menjadi siasat untuk menghindari dialog.
Situasi memanas ketika beredar informasi bahwa petinggi Antam akan meninggalkan lokasi melalui jalur laut menggunakan speed boat. Upaya tersebut dilakukan karena akses darat melalui hutan telah dipalang oleh masyarakat dan mahasiswa yang ingin memastikan aspirasi mereka didengar.
Rombongan kemudian diarahkan menuju lapangan terbang untuk kembali melalui jalur udara. Namun, langkah itu juga terhambat setelah warga lebih dahulu melakukan pemalangan di area lapangan penerbangan.
Kondisi tersebut sempat memicu kericuhan. Masyarakat dan mahasiswa mengaku kecewa karena merasa diabaikan dan tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak perusahaan.
S. Umar, perwakilan masyarakat adat Pulau Gag, menyebut bahwa warga hanya menginginkan dialog terbuka dan transparan. “Kami hanya ingin didengar langsung, bukan dihindari,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Gag Nikel maupun petinggi Antam terkait insiden tersebut.












