NEMUKABAR.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, pada Minggu (18/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi diplomatik dan mendorong kerja sama multilateral dalam merespons berbagai persoalan internasional.
Presiden Prabowo menyambut langsung kedatangan Guterres ketika Sekjen PBB tersebut turun dari kendaraan. Suasana penyambutan berlangsung hangat, dengan Guterres beserta rombongan tampil mengenakan batik sebagai busana yang mencerminkan identitas budaya Indonesia.
Rangkaian penerimaan tamu juga melibatkan anak-anak yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menambah nuansa kebudayaan dalam prosesi penyambutan pejabat tertinggi organisasi internasional tersebut.
Usai mengikuti rangkaian penyambutan, Prabowo dan Guterres melanjutkan agenda melalui pertemuan bilateral. Kedua pemimpin didampingi delegasi masing-masing untuk membicarakan sejumlah kepentingan strategis yang berkaitan dengan hubungan Indonesia dan PBB serta dinamika global.
Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang disampaikan pada Minggu (18/10/2026), pembahasan kedua pihak mencakup sejumlah agenda strategis dan penguatan koordinasi internasional.
“Pertemuan membahas sejumlah isu strategis serta upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global,” demikian keterangan dalam siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (18/10/2026).
Pertemuan di Hambalang tersebut juga dipandang sebagai bagian dari penguatan hubungan kemitraan antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dialog antarpemimpin diharapkan dapat mendukung koordinasi yang lebih efektif dalam menghadapi persoalan lintas negara yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Selain memperkuat komunikasi diplomatik, agenda bilateral itu menyoroti relevansi kerja sama internasional dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Pendekatan multilateral dinilai penting untuk membuka ruang dialog, membangun kesepahaman, serta mendorong penyelesaian persoalan global melalui mekanisme kerja sama antarnegara.
Sebelumnya, Prabowo dan Guterres juga pernah mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela agenda internasional di New York, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut berlangsung setelah Prabowo menyampaikan pidato pada Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Sekretariat PBB, Senin (22/9/2025).
Pertemuan di Hambalang memperlihatkan keberlanjutan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan pimpinan PBB dalam membangun kerja sama internasional. Melalui dialog tersebut, Indonesia berupaya memperkuat peran diplomasi dan kemitraan multilateral untuk merespons perkembangan geopolitik serta tantangan global yang semakin kompleks.












