BPBD DKI Catat Belasan RT di Kebayoran Baru Tergenang Banjir
REGIONAL

BPBD DKI Catat Belasan RT di Kebayoran Baru Tergenang Banjir

×

BPBD DKI Catat Belasan RT di Kebayoran Baru Tergenang Banjir

Sebarkan artikel ini
Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (18/2/2022). BMKG mengungkapkan potensi curah hujan meningkat dan cuaca ekstrem sepanjang 17-23 Februari 2022. Sejumlah wilayah diminta waspada dampak yang terjadi dari cuaca buruk.

NEMUKABAR.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta Selatan dilanda banjir pada Sabtu (2/5/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 12 rukun tetangga (RT) terdampak genangan akibat meluapnya aliran Kali Krukut.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama yang memicu peningkatan debit air di sejumlah wilayah ibu kota, khususnya kawasan Jakarta Selatan.

“Banjir disebabkan curah hujan tinggi dan Luapan Kali Krukut,” tutur Yohan kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Yohan, genangan tercatat terjadi di wilayah Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru. Berdasarkan data sementara BPBD DKI Jakarta, sebanyak 12 RT terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter.

“Untuk ketinggian air 20 cm,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga sore hari menyebabkan sistem drainase di beberapa titik tidak mampu menampung debit air secara optimal. Kondisi tersebut diperparah dengan meluapnya Kali Krukut yang mengakibatkan air masuk ke area permukiman warga.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lokasi terdampak guna melakukan pemantauan serta mempercepat proses penanganan genangan. BPBD juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengurangi dampak banjir di kawasan permukiman.

Upaya penanganan dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Penanganan difokuskan pada proses penyedotan air dan memastikan saluran drainase dapat berfungsi secara maksimal agar genangan cepat surut.

Selain melakukan penanganan di lapangan, BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan genangan, terutama saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ujar Yohan.

BPBD memastikan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air di sejumlah wilayah Jakarta akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan, terutama di daerah yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan genangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *