NEMUKABAR.COM – Seorang warga bernama Deice Lahia dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan di kompleks KONI Sulawesi Utara saat gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut, Kamis (2/4/2026). Korban yang merupakan warga Kabupaten Minahasa itu kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, membenarkan identitas korban dalam kejadian tersebut.
“Korban bernama Deice Lahia, berusia 70 tahun,” ujar Nuriadin.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban berada di area halaman gedung KONI Sulut. Diduga, korban tidak sempat menyelamatkan diri ketika bangunan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, terlebih mengingat usianya yang sudah lanjut.
“Korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kawasan kompleks KONI Sulut hingga pukul 08.31 WITA masih dipadati warga dan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Garis polisi juga telah dipasang di sekitar area terdampak untuk membatasi akses.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 sendiri terdeteksi berpusat di wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dengan koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat hingga ke wilayah Manado. Warga melaporkan guncangan berlangsung selama kurang lebih dua menit, menyebabkan kepanikan di berbagai titik kota.
Sejumlah kendaraan terlihat berhenti mendadak di jalan raya karena pengemudi panik. Bahkan, beberapa sepeda motor hampir terjatuh akibat kuatnya guncangan yang terjadi.
Di kawasan sekolah, tepatnya di depan SDN 02 Manado, para siswa berhamburan keluar kelas. Guru-guru dengan sigap langsung mengevakuasi anak-anak ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, warga yang berada di wilayah pesisir juga bergegas menjauh dari pantai dan berlari menuju daratan untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.












