NEMUKABAR.COM – Kondisi arus balik Lebaran di ruas Tol Palimanan–Kanci (Palikanci) terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan pada Senin malam, 23 Maret 2026. Kepadatan ini terjadi seiring mulai bergeraknya pemudik kembali menuju arah Jakarta.
Berdasarkan laporan Jasa Marga, situasi lalu lintas sekitar pukul 20.14 WIB menunjukkan adanya antrean kendaraan di sejumlah titik. Kepadatan terpantau dari Tegalkarang KM 191 hingga Plumbon KM 189 akibat tingginya volume kendaraan yang melintas.
Tak hanya itu, kondisi serupa juga terjadi di ruas Kedawung KM 201 hingga KM 200 arah Jakarta yang mengalami perlambatan arus.
“Plumbon KM 197-KM 196 arah Jakarta PADAT, kepadatan volume lalin,” demikian seperti dikutip dari akun X @PTJASAMARGA, Senin (23/3/2026).
Meski demikian, pada waktu yang sama, arus kendaraan di jalur sebaliknya, yakni arah Plumbon–Ciperna–Cirebon, dilaporkan dalam kondisi relatif lancar tanpa hambatan berarti.
Mengantisipasi lonjakan arus balik, Korps Lalu Lintas Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) nasional menuju Jakarta. Kebijakan ini dijadwalkan mulai diterapkan pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan one way nasional akan dimulai pukul 14.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolri bersama sejumlah pejabat kementerian.
“Prioritas untuk traffic yang cukup tinggi adalah one way nasional arus balik yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 besok pada pukul 14.00 yang flag off-nya langsung dipimpin Bapak Kapolri dan beberapa menteri yang hadir,” kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho kepada awak media, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait skema rekayasa lalu lintas tersebut. Sistem one way nasional akan diberlakukan mulai dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 Tol Cikampek Utama.
Agus juga mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang akan kembali ke Jakarta pada puncak arus balik diprediksi cukup tinggi. Hal ini merujuk pada data pergerakan kendaraan saat puncak arus mudik sebelumnya.
“Satu hari arus puncaknya adalah 270 ribu kendaraan tentunya arus balik cukup tinggi. Sampai saat ini sudah 43% yang baru kembali ke Jakarta maka dari itu akan kami kelola dengan baik dengan mekanisme rekayasa lalu lintas,” jelas dia.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Korps Lalu Lintas Polri telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas guna mengurai arus kendaraan menuju ibu kota.
Meski demikian, Agus mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri untuk kembali pada hari pertama penerapan one way. Ia menilai penumpukan kendaraan berpotensi terjadi jika seluruh pemudik memilih waktu yang sama.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kebijakan one way nasional dapat diperpanjang hingga 26 Maret 2026 apabila kondisi lalu lintas masih padat.
“Jadi one way nasional arus balik bukan hanya di tanggal 24, tanggal 25 pun kita perpanjang ketika arus tinggi,” ujar Agus.
Ia juga menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Ketika flow-nya lalinnya sudah rendah itu bisa kita kelola kemungkinan akan kita cabut. Oleh sebab itu (pemudik) jangan fokus (pulang) di tanggal 24, nanti akan terjadi penumpukan di KM 70 sampai arah Jakarta. Ini yang harus kita antisipasi sehingga bisa terurai,” sambungnya.












