Pertemuan Hambalang 4,5 Jam: Prabowo Ajak Pengusaha Bangun
NASIONAL

Pertemuan Hambalang 4,5 Jam: Prabowo Ajak Pengusaha Bangun Ekonomi Nasional

×

Pertemuan Hambalang 4,5 Jam: Prabowo Ajak Pengusaha Bangun Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi intensif mengenai Semangat Indonesia Incorporated di kediaman Hambalang. (Sekretariat Kabinet)

NEMUKABAR.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta melalui konsep Semangat Indonesia Incorporated sebagai fondasi kebijakan ekonomi nasional. Pendekatan ini diyakini menjadi strategi utama untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden dengan lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa malam (10/2/2026). Dialog berlangsung intensif selama lebih dari empat jam, dimulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar 23.30 WIB.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pembahasan berjalan konstruktif dan mendalam, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ekonomi ke depan.


Ia menjelaskan, Presiden menekankan perlunya mentalitas persatuan dalam dunia usaha guna mendorong kemajuan bangsa melalui kerja sama lintas sektor.

Dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet yang dirilis Rabu (11/2/2026), konsep Semangat Indonesia Incorporated dimaknai sebagai kolaborasi erat antara pemerintah sebagai regulator, dunia usaha sebagai penggerak ekonomi, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik.

Presiden Prabowo juga menilai pendekatan ini mengadopsi praktik negara maju yang berhasil menyatukan visi pemerintah dan sektor swasta dalam satu gerak pembangunan.
Para pengusaha yang hadir menyambut positif gagasan tersebut dan menyatakan komitmen mendukung agenda strategis pemerintahan Prabowo–Gibran selama lima tahun mendatang.

Fokus pada Sektor Prioritas

Menurut Teddy, kolaborasi pemerintah dan swasta akan difokuskan pada sejumlah sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi program makan bergizi gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil, peningkatan mutu pendidikan, layanan kesehatan terjangkau, penyediaan rumah subsidi, pemberdayaan koperasi dan kampung nelayan, hingga penguatan kedaulatan pangan serta ketahanan energi nasional.

Keterlibatan dunia usaha di sektor-sektor tersebut diharapkan mampu menutup keterbatasan pembiayaan negara sekaligus memperkuat rantai pasok nasional, terutama pada program pangan dan perumahan rakyat yang membutuhkan dukungan logistik besar.

Dorong Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM

Dalam pertemuan itu, Presiden juga meminta pelaku usaha berperan aktif menciptakan lapangan kerja, khususnya di sektor riil padat karya untuk menyerap tenaga kerja muda.
Langkah ini dinilai penting guna menjawab tantangan bonus demografi Indonesia.

Selain penciptaan kerja, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut menjadi perhatian.
Pengusaha besar didorong menjadi mitra strategis atau “bapak asuh” bagi UMKM agar mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok industri nasional.

Teddy menegaskan bahwa strategi tersebut bertujuan memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pertemuan di Hambalang pun mencerminkan arah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan kolaborasi strategis sebagai pendekatan utama menghadapi tantangan ekonomi global 2026.

Pemerintah meyakini hubungan harmonis antara negara dan pelaku usaha akan menciptakan iklim investasi yang stabil, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Keberhasilan penerapan Semangat Indonesia Incorporated dinilai akan menjadi indikator penting kinerja ekonomi pemerintahan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *