Lupakan Nama Lama Saatnya Reset Politik! NIC Dorong Don
NASIONAL

Lupakan Nama Lama Saatnya Reset Politik! NIC Dorong Don Dasco, Kanda Bahlil, dan Cak Imin Masuk Bursa The Next RI 1

×

Lupakan Nama Lama Saatnya Reset Politik! NIC Dorong Don Dasco, Kanda Bahlil, dan Cak Imin Masuk Bursa The Next RI 1

Sebarkan artikel ini

NEMUKABAR.COM – Sudah saatnya publik berani mendobrak kebiasaan lama dalam percakapan politik nasional. Gagasan RESET POLITIK mulai digaungkan Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, yang mendorong munculnya alternatif kepemimpinan nasional melalui tiga tokoh, yakni Sufmi Dasco Ahmad atau Don Dasco, Bahlil Lahadalia atau Kanda Bahlil, dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, untuk masuk dalam wacana The Next RI 1

Gagasan tersebut menjadi ajakan untuk membuka babak baru dalam politik Indonesia. Menurut Kelrey, masa depan kepemimpinan nasional tidak seharusnya terus berputar pada nama-nama yang selama ini mendominasi panggung politik. Publik perlu diberi ruang untuk mengenal, menguji, dan memperdebatkan alternatif tokoh yang dinilai memiliki kapasitas memimpin Indonesia.

Kelrey menilai, nama-nama seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Dedi Mulyadi, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selama ini telah menjadi bagian dari arus utama percakapan politik. Namun, menurutnya, demokrasi akan lebih dinamis jika masyarakat juga berani membuka ruang bagi figur-figur lain.

“Saatnya RESET POLITIK! Kita harus berani membuka ruang baru dan membicarakan alternatif kepemimpinan nasional. NIC melihat Sufmi Dasco Ahmad, Bahlil Lahadalia, dan Muhaimin Iskandar sebagai tiga tokoh yang layak masuk dalam diskusi mengenai The Next RI 1,” tegas Abdullah Kelrey, Rabu (14/10/2026).

Bagi NIC, RESET POLITIK bukan sekadar mengganti daftar nama tokoh yang diperbincangkan menjelang kontestasi politik. Gerakan ini ingin mendorong masyarakat melihat kepemimpinan nasional dari perspektif yang lebih luas, termasuk rekam jejak, kapasitas, gagasan, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kelrey mengungkapkan, NIC tengah mempersiapkan langkah deklarasi untuk membawa gagasan tersebut ke ruang publik. Persiapan itu dilakukan berdasarkan pemantauan serta masukan dari jaringan lapangan yang selama ini mengikuti dinamika politik nasional.

Menurut Kelrey, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk menghidupkan diskusi yang lebih terbuka. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi penonton dalam persaingan elite, tetapi juga perlu berani mempertanyakan siapa yang layak memimpin, apa gagasan yang ditawarkan, dan bagaimana kepemimpinan tersebut dapat menjawab persoalan bangsa.

“Lupakan pertarungan nama-nama lama. Saatnya membuka jalan baru. RESET POLITIK bersama NIC,” seru Kelrey.

Ia menambahkan, Nusa Ina Connection dalam waktu dekat berencana mendeklarasikan Sufmi Dasco Ahmad, Bahlil Lahadalia, dan Muhaimin Iskandar. Deklarasi tersebut diproyeksikan menjadi momentum untuk menyampaikan secara terbuka gagasan RESET POLITIK sekaligus memperkenalkan wacana The Next RI 1 kepada masyarakat.

Melalui gagasan ini, NIC mengajak publik memperluas cakrawala politik nasional. Sebab, demokrasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang paling sering disebut atau paling kuat dalam persaingan elite, melainkan juga tentang keberanian membuka pilihan, menguji gagasan, dan memastikan setiap alternatif kepemimpinan dinilai berdasarkan kapasitas serta kepentingan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *