Dokter Tifa Klaim Teliti Perilaku Jokowi Gunakan Ilmu yang Dipakai
NASIONAL

Dokter Tifa Klaim Teliti Perilaku Jokowi Gunakan Ilmu yang Dipakai CIA dan FBI

×

Dokter Tifa Klaim Teliti Perilaku Jokowi Gunakan Ilmu yang Dipakai CIA dan FBI

Sebarkan artikel ini
Tersangka pencemaran nama baik dan hoaks, Tifauzia, dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026).

NEMUKABAR.COM – Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, menyebut dirinya memiliki latar keilmuan di bidang perilaku. Ilmu tersebut, menurutnya, digunakan untuk menelaah sikap mantan Presiden Joko Widodo terkait polemik dugaan ijazah palsu.

Perempuan yang akrab disapa Dokter Tifa itu mengatakan pendekatan yang ia gunakan juga diajarkan di lembaga intelijen seperti Central Intelligence Agency dan Federal Bureau of Investigation.

“Ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Joko Widodo yang terkait ijazah ini adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI, di badan intelijen polisi,” ujar Tifa dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Senin (16/2/2026).
“Jadi ilmu saya itu bukan ilmu ghaib, ilmu yang sangat biasa,” sambungnya.

Tifa juga mengaku menemukan kejanggalan pada sikap Bareskrim Polri ketika menyatakan ijazah Jokowi identik dengan dokumen pembanding pada 22 Mei 2025. Kejanggalan tersebut, kata dia, terlihat saat aparat menampilkan dua spesimen ijazah yang berbeda.

Ia menjelaskan, satu dokumen ditampilkan melalui papan presentasi, sementara dokumen lain disebut berasal dari kerabat Jokowi.

“Pada saat yang sama muncul, dua spesimen ijazah yang berbeda. Ini menarik. Saya berpikir apakah sebetulnya Bareskrim sedang memberikan klu kepada peneliti untuk meneliti lebih lanjut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tifa menuturkan bahwa sejak isu dugaan ijazah palsu mencuat, setidaknya enam spesimen ijazah telah diperlihatkan ke publik. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa Jokowi merupakan lulusan asli Universitas Gadjah Mada.

“Tidak ada yang identik dengan ijazah asli dari lulusan kehutan UGM tahun 1985,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *