Nemukabar.com – Polda Metro Jaya menegaskan kesiapan penuh dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Kesiapan ini diperkuat dengan evaluasi mendalam terhadap sejumlah peristiwa keamanan sepanjang tahun 2025, termasuk insiden ledakan yang terjadi di masjid sekolah SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat siang, 7 November 2025.
Ledakan yang terjadi saat ibadah berlangsung menimbulkan kepanikan besar dan menyebabkan puluhan siswa terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Peristiwa tersebut menjadi perhatian khusus kepolisian karena terjadi di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi zona aman bagi pelajar. Dari penyidikan awal, polisi dengan cepat mengidentifikasi seorang siswa sebagai tersangka, setelah memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi ledakan. Proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan motif dan kronologi lengkap dari insiden tersebut.
Belajar dari kasus ini, Polda Metro Jaya memperkuat seluruh aspek pengamanan menjelang masa libur panjang. Situasi tahun 2025 menunjukkan bahwa peningkatan kewaspadaan diperlukan, mengingat jumlah laporan kriminalitas, kejahatan jalanan, serta insiden berisiko tinggi masih menjadi tantangan besar di wilayah metropolitan. Catatan kriminalitas sepanjang 2025 menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli, pergeseran personel, dan penguatan deteksi dini agar ancaman serupa dapat dicegah sebelum terjadi.
Kepolisian memastikan bahwa seluruh jajaran—mulai dari satuan wilayah, unit reserse, hingga personel intelijen—telah berada dalam kondisi siaga penuh. Pengamanan diperketat di kawasan ibadah, pusat keramaian, fasilitas publik, serta jalur pergerakan masyarakat selama momen Natal dan Tahun Baru. Pendekatan pencegahan menjadi fokus utama, diiringi peningkatan respons cepat terhadap laporan warga sebagai bagian dari strategi menjaga Jakarta agar tetap aman.
Polda Metro Jaya mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan segera melapor bila menemukan potensi gangguan keamanan. Kepolisian menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil dari kolaborasi antara warga dan aparat penegak hukum.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Polda Metro Jaya optimis bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya. (DM).












