NEMUKABAR.COM – Kota Malang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan panorama alamnya, tetapi juga memiliki deretan kuliner legendaris yang eksistensinya bertahan lintas generasi. Dari semangkuk bakso ikonik hingga rawon berkuah hitam kaya rempah, setiap tempat makan menyimpan kisah sejarah sekaligus cita rasa khas yang membuatnya terus diburu warga lokal maupun wisatawan.
Berikut beberapa kuliner legendaris Malang yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Kota Apel.
1. Bakso President – Sensasi Makan Bakso di Samping Rel Kereta
Berdiri sejak 1977, Bakso President telah menjadi ikon kuliner Malang. Keunikan lokasinya yang berdampingan langsung dengan rel kereta api aktif memberikan pengalaman makan yang tidak biasa. Pilihan menunya beragam, mulai dari bakso urat, bakso bakar, hingga pangsit goreng yang renyah dan menggoda selera.
2. Pecel Kawi Hj. Musilah – Sarapan Legendaris Khas Malang
Sejak 1975, Pecel Kawi Hj. Musilah dikenal sebagai salah satu tujuan sarapan favorit warga Malang. Sepiring pecel berisi nasi, sayuran segar, dan siraman sambal kacang khas dengan aroma kencur yang kuat, menghadirkan rasa gurih dan segar yang pas untuk memulai aktivitas pagi.
3. Warung Lama H. Ridwan – Cita Rasa Klasik dari Pasar Besar
Warung Lama H. Ridwan telah eksis sejak awal 1920-an dan dikenal sebagai salah satu warung tertua di Malang. Menu andalannya meliputi rawon, sate komoh, hingga nasi campur yang dimasak dengan resep turun-temurun. Suasana jadul berpadu dengan rasa autentik menjadikan tempat ini incaran pencinta kuliner klasik.
4. Toko Oen Malang – Ikon Kuliner Era Kolonial
Toko Oen mulai beroperasi sejak tahun 1930-an dan hingga kini masih mempertahankan bangunan bergaya kolonial Belanda. Selain es krim dan roti klasik yang melegenda, Toko Oen juga menyajikan menu seperti gado-gado, sop buntut, serta hidangan barat ala tempo dulu yang tetap diminati hingga sekarang.
5. Depot Hok Lay – Perpaduan Kuliner Tionghoa-Jawa
Depot Hok Lay dikenal sebagai salah satu restoran tertua di Malang dengan menu khas seperti cwie mie, lumpia Semarang, dan hidangan Tionghoa-Jawa lainnya. Minuman tradisional seperti es fosco dan limun jadul turut melengkapi pengalaman bersantap yang sarat nostalgia.
6. Rawon Nguling – Rawon Legendaris Favorit Pecinta Rempah
Nama Rawon Nguling sudah lama identik dengan rawon khas Malang. Kuah hitamnya yang pekat dengan aroma kluwek dan rempah, serta potongan daging sapi yang empuk, menjadikan rawon ini cocok disantap di tengah udara sejuk Kota Malang.
7. Warung Sate Gebug 1920 – Sate Sapi Empuk Sejak Zaman Dulu
Berdiri sejak 1920, Warung Sate Gebug dikenal dengan sate sapi yang empuk dan bumbu sederhana namun kaya rasa. Selain sate, tersedia pula menu lain seperti soto, sup, dan rawon yang tetap mempertahankan cita rasa tradisional khas Malang.
Deretan tempat makan tersebut bukan sekadar lokasi untuk mengisi perut, melainkan bagian dari sejarah kuliner Malang yang terus dijaga hingga kini. Menjelajahi kuliner legendaris ini akan memberikan pengalaman wisata rasa yang lebih lengkap dan berkesan saat berkunjung ke Kota Malang.












