Majalengka – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Palasah meraih Juara III dalam Lomba Menu Juara Olahan Ikan Lele tingkat Kabupaten Majalengka yang digelar pada 8 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 27 TP PKK kecamatan se-Kabupaten Majalengka dan menjadi ajang kreativitas dalam mengolah pangan berbahan dasar ikan lele.
Ketua TP PKK Kecamatan Palasah, Wita Juwita Sari, mengatakan seluruh hidangan yang disajikan merupakan kreasi berbahan utama ikan lele yang diolah menjadi beragam menu, mulai dari pembuka hingga penutup.
“Semua yang kami sajikan ini olahan ikan lele. Ikan lele mudah diolah dan bisa dikreasikan menjadi berbagai menu yang enak dan menarik,” ujarnya kepada awak media, dikutip Nemukabar.com, Senin (09/02/2026).
Dalam kompetisi tersebut, TP PKK Palasah menyajikan empat jenis menu utama beserta minuman, meliputi menu pembuka, menu utama, lauk pendamping nasi, dan hidangan penutup. Berbagai inovasi dihadirkan, seperti bubur lele bertekstur lembut, olahan lele dengan jagung, cendol berbahan lele, hingga bola-bola ikan lele.
Untuk mengurangi aroma amis, proses pengolahan dilakukan dengan teknik aromatik khusus. Selain itu, sebagian olahan dibuat bertekstur halus melalui proses penghalusan dan blending agar mudah dikonsumsi seluruh anggota keluarga.
“Harapannya, makanan ini bisa dikonsumsi semua anggota keluarga. Karena makanan ini teman nasi, bisa dimakan untuk satu atau dua kali sajian,” tambah Wita.
Ia juga menjelaskan penggunaan ikan lele berukuran besar dipilih karena memiliki daging lebih banyak, minim duri, serta tetap bercita rasa lezat tanpa bau tanah.
“Kesulitannya tidak terlalu, hanya perlu ketelatenan. Lele besar itu dagingnya banyak, setelah diolah rasanya tetap enak dan tidak bau,” jelasnya.
Berdasarkan hasil penilaian panitia, juara lomba ditetapkan sebagai berikut:
-
Juara I: TP PKK Kecamatan Kertajati
-
Juara II: TP PKK Kecamatan Jatiwangi
-
Juara III: TP PKK Kecamatan Palasah
Keberhasilan TP PKK Palasah meraih posisi ketiga dinilai menjadi bukti kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi. Inovasi tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai produk konsumsi keluarga sekaligus peluang ekonomi masyarakat.












