NEMUKABAR.COM – Selain memperhatikan asupan makanan bergizi, pemudik juga perlu menjaga kecukupan cairan tubuh selama perjalanan Lebaran. Hal ini menjadi penting, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh saat menjalankan ibadah puasa.
Pakar kesehatan, Karina, mengingatkan bahwa pengemudi tetap harus memperhatikan kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi. Ia menyarankan agar pengaturan pola minum dilakukan dengan baik saat waktu sahur maupun berbuka.
Karina menyebutkan bahwa pemenuhan cairan harian tetap harus dijaga meskipun sedang berpuasa. “Pengemudi dianjurkan tetap minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari,” ujarnya.
Konsumsi Kopi Saat Mudik Perlu Dibatasi
Sebagian pengemudi biasanya mengandalkan minuman berkafein seperti kopi atau teh untuk membantu mengurangi rasa kantuk selama perjalanan. Namun, Karina menjelaskan bahwa efek kafein dalam menjaga kewaspadaan hanya bersifat sementara.
Menurutnya, konsumsi minuman berkafein yang berlebihan justru bisa menimbulkan efek lain bagi tubuh. Hal itu karena kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil yang berpotensi memicu dehidrasi, terutama ketika tubuh kekurangan cairan.
Karina menjelaskan bahwa batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa berada di kisaran 400 miligram per hari atau setara dengan sekitar empat cangkir kopi. Meski demikian, ia menyarankan agar konsumsi kopi tidak berlebihan.
Ia menilai, dalam perjalanan mudik sebaiknya pengemudi cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi saja agar tetap aman bagi tubuh.
Di sisi lain, Karina menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi rasa kantuk bukanlah dengan mengandalkan minuman berkafein. Istirahat yang cukup tetap menjadi solusi utama bagi pengemudi yang mulai merasa lelah.
“Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi jika sudah merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak dan beristirahat,” pungkasnya.












