Diva Siregar Kecelakaan di Tol Jagorawi, Diduga Akibat Microsleep
NASIONAL

Diva Siregar Kecelakaan di Tol Jagorawi, Diduga Akibat Microsleep

×

Diva Siregar Kecelakaan di Tol Jagorawi, Diduga Akibat Microsleep

Sebarkan artikel ini
Diva Mara Hefri Siregar

NEMUKABAR.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan artis muda Diva Mara Hefri Siregar terjadi di ruas Tol Jagorawi arah Bogor, tepatnya di kilometer 24 wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (7/2/2026) sore. Peristiwa ini sempat menyita perhatian publik setelah kendaraan yang dikemudikan korban terbalik dan tertabrak kendaraan lain.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil Honda City yang dikemudikan Diva melaju dari arah Jakarta menuju Bogor di lajur dua dengan kondisi lalu lintas relatif normal.

Polisi menduga pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat sehingga kehilangan kendali kendaraan dan menabrak pembatas jalan tol.

Benturan tersebut membuat mobil terbalik dengan posisi roda berada di atas badan jalan. Beberapa saat kemudian, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel box dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak kendaraan yang sudah terbalik.

Akibat kejadian itu, Diva Siregar (21) dan satu penumpangnya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke RS Annisa Cibinong untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski kerusakan kendaraan cukup parah.

Penyelidikan lanjutan masih dilakukan guna memastikan kronologi lengkap serta kemungkinan faktor lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Kasus ini kembali menyoroti risiko microsleep ketika mengemudi, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Kondisi tertidur singkat selama beberapa detik dapat membuat pengemudi kehilangan kendali tanpa disadari.

Beberapa tanda microsleep antara lain mata terasa berat, sering menguap, kehilangan fokus sesaat, hingga kendaraan mulai keluar jalur. Jika gejala tersebut muncul, pengemudi disarankan segera menepi untuk beristirahat.

Untuk mencegah kejadian serupa, pengendara diimbau memastikan waktu tidur cukup sebelum perjalanan, beristirahat setiap 2–3 jam, serta menghindari mengemudi saat tubuh lelah.

Kecelakaan yang dialami Diva Siregar menjadi pengingat bahwa faktor kelelahan dapat berdampak serius di jalan raya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menunjukkan bahaya nyata microsleep bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

Keselamatan berkendara tetap harus menjadi prioritas utama dengan menjaga kondisi fisik dan konsentrasi selama perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *