NEMUKABAR.COM – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, menilai insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, sebagai ancaman serius terhadap iklim demokrasi di Indonesia.
Dimas menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar peringatan biasa, melainkan situasi yang dinilai sangat berbahaya bagi para pejuang hak asasi manusia. “Ini bukan lagi alarm. Ini marabahaya,” kata Dimas kepada wartawan pada Jumat (13/3/2026).
Ia menilai serangan terhadap Andrie Yunus menjadi gambaran memburuknya situasi bagi para pembela HAM. Menurutnya, insiden tersebut menunjukkan adanya tekanan yang semakin kuat terhadap aktivis yang memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
“Ini kondisi yang sangat brutal, sangat buruk, dan sangat zalim,” ucap dia.
Dimas menambahkan bahwa Andrie Yunus dikenal sebagai sosok yang selama ini konsisten menyuarakan isu hak asasi manusia serta demokrasi. Menurutnya, dukungan solidaritas yang datang dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa Andrie memiliki reputasi baik di kalangan aktivis.
“Andrie Yunus orang baik. Kalau dia bukan orang baik, teman-teman tidak akan datang bersolidaritas sejak tengah malam kemarin,” katanya.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang KontraS dalam memperjuangkan isu HAM di Indonesia. Organisasi tersebut, kata Dimas, telah aktif selama hampir tiga dekade dan pada tahun ini genap berusia 28 tahun.
“Tahun lalu kado KontraS adalah revisi Undang-Undang TNI. Tahun ini serangan,” ucapnya.
Dimas menilai peristiwa yang menimpa Andrie Yunus tidak hanya menjadi ancaman bagi organisasi KontraS, tetapi juga bagi seluruh kelompok masyarakat yang memperjuangkan demokrasi di Indonesia.
“Ini ancaman bukan cuma untuk KontraS, tapi untuk kita semua, teman-teman pers, mahasiswa, buruh, pelajar, dan semua yang memperjuangkan demokrasi,” ujarnya.
KontraS pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas pelaku penyiraman air keras tersebut. Dimas juga meminta pemerintah memberikan jaminan perlindungan yang lebih kuat bagi para pembela hak asasi manusia di Tanah Air.
“Tentu pelakunya harus diusut. Kami meminta akuntabilitas penegakan hukum kepada negara. Kami meminta keseriusan negara untuk serius terhadap perlindungan hak asasi manusia,” ucap dia.












