NEMUKABAR.COM – Tips mencegah dehidrasi saat puasa dibagikan Ahli Gizi Klinis Senior Aster Hospitals India, Aditi Prasad Apte. Panduan tersebut dikutip dari Onlymyhealth pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Aditi menjelaskan pentingnya pola hidrasi yang tepat sejak waktu berbuka hingga sahur agar tubuh tetap sehat dan berenergi selama Ramadan. Ia menyoroti kebiasaan yang masih sering terjadi, yakni minum terlalu sedikit atau justru mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka.
Menurutnya, kedua pola tersebut kurang ideal dan dapat menimbulkan rasa kembung hingga ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
Mengacu pada pedoman kesehatan dan anjuran World Health Organization (WHO), orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 8–10 gelas air atau setara 2–2,5 liter cairan dalam rentang waktu antara berbuka dan sahur.
“Para ahli merekomendasikan agar orang minum air dalam jumlah terkontrol, bukan dalam jumlah besar sekaligus,” ujar Aditi.
Ia menambahkan, konsumsi air secara bertahap membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal sekaligus mencegah gangguan pencernaan.
Pola Hidrasi Ideal Selama Ramadan
Dalam praktiknya, Aditi menyarankan memulai berbuka dengan satu hingga dua gelas air putih. Setelah itu, konsumsi sekitar 150 ml air setiap 30–60 menit secara bertahap hingga malam hari.
Saat sahur, dianjurkan minum dua sampai tiga gelas air untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang hari.
Ia juga menyarankan berbuka dengan kurma dan makanan ringan yang tidak digoreng. Mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka sebaiknya dihindari karena dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Sebagai bagian dari upaya mencegah dehidrasi selama Ramadan, Aditi mengingatkan agar membatasi minuman berkafein seperti teh, kopi, dan soda. Minuman tersebut bersifat diuretik sehingga dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Minuman tinggi gula juga perlu dibatasi karena berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah.
Sebagai alternatif, ia merekomendasikan air putih, air kelapa dalam jumlah wajar, air lemon tanpa gula, serta sup bening.
Selain asupan cairan, konsumsi makanan dengan kandungan air tinggi juga penting. Buah seperti semangka dan jeruk, mentimun, yogurt, hingga sup sayur bening dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Untuk menu sahur, Aditi menyarankan pilihan seperti oat, telur, yogurt, buah, gandum utuh, serta kacang-kacangan dalam porsi kecil. Kombinasi ini dinilai mampu menjaga energi lebih stabil sekaligus membantu memperlambat munculnya rasa haus selama berpuasa.












