Mudik Gratis Jadi Strategi Tekan Kemacetan dan Kecelakaan
NASIONAL

Mudik Gratis Jadi Strategi Tekan Kemacetan dan Kecelakaan Lebaran

×

Mudik Gratis Jadi Strategi Tekan Kemacetan dan Kecelakaan Lebaran

Sebarkan artikel ini

NEMUKABAR.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan program mudik gratis kembali menjadi bagian dari agenda nasional menjelang Lebaran Maret 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan transportasi masyarakat sekaligus mengantisipasi lonjakan biaya perjalanan pada musim mudik.

Pemerintah menilai program tersebut tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga berperan sebagai instrumen pengendalian mobilitas nasional ketika arus mudik mencapai puncaknya di berbagai jalur utama.

Program mudik gratis dirancang untuk membantu masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar tetap dapat pulang ke kampung halaman tanpa terbebani tarif transportasi yang biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan dan kecelakaan saat periode mudik.

Pemerintah memandang mudik gratis sebagai solusi ganda: meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga stabilitas lalu lintas nasional. Dengan penyediaan transportasi massal yang terencana, pergerakan pemudik dapat lebih terdistribusi, terdata, dan terkendali.

Kebijakan ini juga dinilai berkontribusi dalam menekan lonjakan harga tiket yang kerap terjadi pada rute-rute padat antarprovinsi menjelang hari raya.

Seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, program mudik gratis akan melibatkan berbagai moda transportasi darat dan laut. Bus antarkota diproyeksikan tetap menjadi moda utama, disusul kereta api serta kapal penyeberangan untuk wilayah kepulauan.

Pelaksanaannya akan melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan operator transportasi nasional. Mekanisme keberangkatan dilakukan melalui pendaftaran daring, penetapan kuota peserta, serta penjadwalan terpusat guna menjamin ketertiban dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Program mudik gratis terbukti membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur utama. Peralihan ke transportasi massal dinilai mampu menekan risiko kecelakaan serta membuat waktu tempuh perjalanan lebih terkendali.

Dampak positif juga terlihat pada pengelolaan arus balik, karena jadwal kepulangan peserta dapat diatur secara terkoordinasi oleh penyelenggara.

Meski jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan, pemerintah memastikan proses registrasi akan dibuka beberapa pekan sebelum Lebaran. Masyarakat diimbau aktif memantau informasi dari kementerian terkait maupun pemerintah daerah, mengingat kuota mudik gratis biasanya terbatas dan cepat terpenuhi.

Dengan pengalaman penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah optimistis program mudik gratis Lebaran 2026 dapat berjalan lebih efektif, merata, dan aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *