Partisipasi Politik Pemuda Dinilai Kunci Masa Depan Demokrasi
POLHUKAM

Partisipasi Politik Pemuda Dinilai Kunci Masa Depan Demokrasi

×

Partisipasi Politik Pemuda Dinilai Kunci Masa Depan Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Diskusi kepemudaan bertajuk “Politik di Sekitar Kita Membaca Realitas Pemuda Hari Ini” digelar di Warkop Jambu 3, Ciputat Timur

NEMUKABAR.COM – Diskusi kepemudaan bertajuk “Politik di Sekitar Kita: Membaca Realitas Pemuda Hari Ini” digelar di Warkop Jambu 3, Ciputat Timur, Sabtu. Kegiatan yang dikemas dalam konsep Ngopi Bermisi ini diinisiasi oleh Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Ciputat Timur bersama komunitas Muda Bersabda sebagai ruang literasi politik alternatif bagi generasi muda.

Sekitar 50 peserta dari beragam latar belakang—mulai komunitas pemuda, akademisi, hingga pelajar—mengikuti forum tersebut. Kehadiran lintas kelompok dinilai membuat diskusi lebih dinamis karena mempertemukan pengalaman lapangan dengan perspektif akademik generasi muda.

Direktur Umum Perseroda PITS Tangerang Selatan, Agus Supadmo, menegaskan bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk pemuda. Ia menyinggung dinamika politik lokal sejak awal penyelenggaraan Pilkada di Tangerang Selatan hingga pentingnya produktivitas sosial generasi muda.

“Kontribusi pemuda dalam politik bisa dimulai dari banyak pintu—masuk partai politik, menjadi pemilih aktif dan kritis, hingga menjadi pegiat yang responsif terhadap kebijakan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ali Ridho, Tenaga Ahli Anggota DPR RI, memandang politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana mencapai tujuan yang lebih besar. Ia mengutip pemikiran filsuf Yunani Plato yang menyebut politik sebagai instrumen distribusi keadilan di masyarakat.

Ridho juga menyoroti sikap skeptis sebagian pemuda terhadap partai politik. Menurutnya, sikap kritis tersebut tidak boleh berujung pada apatisme.

“Kalau skeptis dengan partai, jangan berhenti. Masih ada ruang seperti sayap kepemudaan partai yang bisa menjadi pintu masuk belajar politik dan memahami sistem dari dalam,” jelasnya.

Founder Muda Bersabda, Muhammad Hilmi Zuhdi, menambahkan bahwa politik sangat menentukan realitas hidup generasi muda, termasuk persoalan ketenagakerjaan. Ia memaparkan hasil survei terhadap 49 ribu anak muda yang menunjukkan masih banyak keresahan belum tersalurkan secara optimal.

Hilmi menilai pemuda perlu memiliki modal sosial, intelektual, dan finansial agar mampu berdaya dalam ruang politik. Ia juga mendorong penerapan meritokrasi dalam organisasi serta peningkatan partisipasi politik aktif.
Data Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat sekitar 53 persen suara pemuda berkontribusi pada Pemilu 2019, menunjukkan besarnya kekuatan elektoral generasi muda.

Sebagai moderator, Nirwan Dwi Putra, Ketua PAC TIDAR Ciputat Timur, menegaskan pentingnya membuka ruang dialog politik yang inklusif bagi pemuda.

“Kami berharap pemuda dapat ikut berdampak, karena setiap kebijakan politik berpengaruh pada kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Penyelenggara berharap ruang diskusi informal seperti warung kopi dapat menjadi medium efektif menumbuhkan kesadaran politik generasi muda serta mendorong keterlibatan mereka dalam demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *