NEMUKABAR.COM – Banjir yang melanda sejumlah wilayah kembali berdampak pada operasional transportasi kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sebanyak 38 perjalanan kereta api akibat genangan air yang menutup lintasan rel dan dinilai membahayakan keselamatan perjalanan.
Gangguan operasional terjadi di beberapa titik jalur rel yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air meluap hingga menggenangi badan rel di sejumlah lintasan strategis.
Petugas lapangan KAI melaporkan bahwa genangan air berpotensi mengganggu stabilitas jalur rel dan meningkatkan risiko kecelakaan. Atas dasar pertimbangan keselamatan, manajemen KAI menerapkan berbagai langkah rekayasa operasional.
Kebijakan tersebut meliputi pengaturan ulang perjalanan kereta api, pembatasan kecepatan di lintasan terdampak, pengalihan rute, hingga pembatalan perjalanan tertentu.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan menjadi prioritas utama. Seiring bertambahnya titik banjir dan meningkatnya potensi keterlambatan, KAI melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute, pembatasan kecepatan, hingga pembatalan perjalanan guna menghindari risiko keselamatan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Nemukabar.com, Senin (19/01/2026).
Selain melakukan rekayasa operasional, KAI juga menurunkan tim prasarana ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Upaya tersebut mencakup normalisasi lintasan serta penguatan struktur badan jalan rel yang tergerus aliran air.
Proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi terkait. Koordinasi intensif terus dilakukan agar pemulihan jalur rel dapat berlangsung lebih cepat dan aman.
Sejumlah layanan kereta api jarak jauh favorit masyarakat masuk dalam daftar pembatalan, antara lain Argo Bromo Anggrek, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Blambangan Ekspres. Selain itu, KA Tawang Jaya Premium, Kamandaka, Kaligung, Ambarawa Ekspres, dan Matarmaja juga terdampak.
Kereta api lainnya yang turut dibatalkan meliputi Tegal Bahari, Parahyangan, Taksaka, Papandayan, Purwojaya, Ciremai, serta KA Sembrani Tambahan. Pembatalan dilakukan setelah evaluasi menunjukkan kondisi lintasan belum layak dilalui.
“KAI berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat sesuai perkembangan di lapangan. Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan di tengah kondisi cuaca ekstrem,” kata Wisnu Pramudyo, Pejabat yang Melaksanakan Tugas Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
KAI memastikan hak pelanggan tetap terlindungi. Penumpang yang terdampak pembatalan berhak mendapatkan pengembalian dana tiket secara penuh atau 100 persen.
Proses pengajuan refund dapat dilakukan melalui loket layanan pelanggan di stasiun maupun Contact Center KAI 121. Pelanggan diberi waktu maksimal tujuh hari sejak tanggal keberangkatan untuk mengajukan klaim pengembalian dana.
Peristiwa pembatalan perjalanan kereta api ini terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026. KAI mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi sebelum bepergian, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.












