Hipotermia Jadi Penyebab Wafatnya Pendaki Ali Razan
REGIONAL

Hipotermia Jadi Penyebab Wafatnya Pendaki Ali Razan

×

Hipotermia Jadi Penyebab Wafatnya Pendaki Ali Razan

Sebarkan artikel ini
Arie saat menjelaskan kondisi hipotermia diatas gunung (Tangkapan layar zoom)

NEMUKABAR.COM – Koordinator ESAR Wanadri 858 Hujan Rimba, Arie Afandi, menyatakan bahwa pendaki Ali Razan wafat akibat hipotermia, bukan karena tersesat atau kehilangan arah saat melakukan pendakian.

Menurut Arie, hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuan mempertahankan suhu normal. Kondisi ini dapat menurunkan kesadaran dan memicu gangguan persepsi.

“Pada ketinggian sekitar 3.100 meter, oksigen sangat terbatas. Kondisi ini bisa menyebabkan kelelahan ekstrem, gangguan kesadaran, hingga halusinasi,” ujar Arie, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, pada fase awal hipotermia, tubuh mengalami penurunan suhu akibat basah dan dingin. Di kondisi ekstrem, tubuh membakar kalori lebih cepat untuk menjaga suhu inti, sehingga energi cepat habis jika tidak disertai asupan makanan dan minuman hangat.

Arie menambahkan, pada kondisi tertentu, penderita hipotermia bisa mengalami respons tidak wajar, seperti membuka pakaian, meski suhu lingkungan sangat dingin.

Saat ditemukan, kondisi Ali dinilai belum mencapai hipotermia level paling berat. Ia masih mampu bergerak dan sempat mengonsumsi buah yang tumbuh di ketinggian sekitar 3.000 meter untuk mempertahankan energi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persiapan fisik, logistik, serta perlengkapan pendakian yang memadai. Cuaca ekstrem dan minimnya oksigen di ketinggian dapat mempercepat kondisi kritis, bahkan bagi pendaki berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *