NEMUKABAR.COM – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda di Kabupaten Garut menjadi perhatian publik setelah korban disebut mengalami kekerasan usai mengkritik kondisi jalan rusak di desanya melalui media sosial.
Unggahan kritik tersebut sempat viral dan mendapat dukungan luas dari warganet. Namun, korban mengaku justru dipanggil untuk klarifikasi dan mengalami tindakan kekerasan yang diduga melibatkan lebih dari satu orang.
Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Aparat menyatakan telah menerima laporan dan mulai memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi peristiwa.
Kasus ini memicu reaksi luas di media sosial. Banyak pihak menilai kritik terhadap fasilitas publik merupakan hak warga negara yang harus dilindungi. Pengamat kebijakan publik mengingatkan pentingnya pengelolaan aspirasi masyarakat secara dialogis agar tidak berujung konflik.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga kepala desa yang disebut-sebut dalam laporan warganet.












