Nemukabar.com – Tahun 2025 juga diwarnai oleh peringatan serius dari pakar keamanan siber: penipuan berbasis kloning suara AImeningkat drastis. TechRadar
Penjahat menggunakan teknologi AI untuk meniru suara orang terdekat korban (keluarga, teman), kemudian menelepon dengan skenario darurat agar korban mentransfer uang. Axios+1
Karena kemajuan algoritma dan kemudahan akses, suara kloning dapat dibuat dari hanya beberapa detik rekaman asli, membuat deteksi menjadi semakin sulit. Axios
Pakar menyarankan agar masyarakat lebih waspada: verifikasi melalui panggilan video, jangan langsung transfer uang berdasarkan panggilan darurat, dan gunakan autentikasi ganda bila memungkinkan.
Kasus ini membuka diskusi penting tentang regulasi AI di Indonesia: teknologi yang dulu dianggap fiksi kini menjadi alat kejahatan nyata, menuntut kebijakan dan edukasi publik lebih serius.












