Iklan

Presiden Prabowo Instruksikan Perbaikan Komunikasi, Guntur Romli Soroti Blunder Pejabat Istana

Sabtu, 22 Maret 2025, Maret 22, 2025 WIB Last Updated 2025-03-22T08:46:33Z


Nemukabar.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada jajarannya untuk memperbaiki komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Arahan tersebut muncul karena Presiden merasa kebijakan dan terobosan pemerintah belum tersampaikan dengan baik kepada rakyat.


Menanggapi hal ini, politisi PDIP Guntur Romli menilai instruksi Presiden Prabowo seharusnya diarahkan kepada pejabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (Presidential Communication Office/PCO) dan Kementerian Komunikasi dan Digital.


“Kalau bicara komunikasi di lingkup presiden, peran utamanya ada di Kantor Komunikasi Kepresidenan RI dan Kementerian Komunikasi & Digital,” ujar Guntur Romli, Sabtu (22/3/2025).


Guntur kemudian menyoroti kinerja Kepala PCO Hasan Nasbi yang dinilainya beberapa kali melakukan kesalahan dalam berkomunikasi dengan publik. Ia menilai sejumlah pernyataan Hasan justru memperburuk citra pemerintah.


“Kepala Komunikasi Presiden Hasan Nasbi beberapa kali blunder. Contohnya, dari akun media sosialnya di platform X, dia pernah menuduh demonstrasi terkait RUU TNI sebagai provokasi dengan narasi bohong, lalu menghapus cuitannya,” kata Guntur.


Ia juga menyinggung komentar Hasan yang menuai kontroversi saat merespons aksi teror berupa pengiriman kepala babi ke kantor media Tempo. Hasan berkomentar ringan dengan kalimat, “dimasak saja,” yang justru memancing kritik luas.


“Seharusnya komunikasi presiden itu memperbaiki dan memperlancar komunikasi dengan rakyat, bukan malah memperkeruh suasana,” tambahnya.


Guntur menduga blunder Hasan Nasbi terkait dengan latar belakangnya yang berasal dari dunia survei, bukan dari bidang komunikasi. Menurutnya, penunjukan pejabat yang tidak tepat di PCO membuat lembaga tersebut kurang efektif meski memiliki banyak staf dan anggaran besar.


“Sayang sekali, PCO itu diisi banyak orang dan menyerap anggaran besar, tapi hasil komunikasinya masih penuh blunder,” kritik Guntur.


Lebih jauh, Guntur juga menilai Presiden Prabowo perlu memberikan teladan langsung dalam memperbaiki komunikasi kepada publik. Pasalnya, gaya komunikasi Prabowo sendiri kerap menuai kritik, terutama terkait sejumlah pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkannya.


“Sebagus apa pun program pemerintah, kalau komunikasinya buruk, persepsi masyarakat juga akan buruk. Pak Prabowo sebaiknya memberi contoh dengan memperbaiki komunikasinya, karena selama ini ada kritik terkait pernyataan seperti ‘ndasmu’ dan ‘anjing menggonggong’,” ujar Guntur.


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah dengan rakyat. Menurutnya, banyak kebijakan penting yang telah diambil pemerintah, namun tidak tersampaikan dengan narasi yang tepat dan intensif kepada masyarakat.


“Banyak sekali yang telah kita laksanakan sejak sidang kabinet yang lalu. Namun, mungkin karena banyaknya kebijakan dan terobosan kita, narasi ke rakyat masih kurang sempurna dan kurang intensif,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (21/3/2025).


Melalui instruksi ini, Prabowo berharap agar kebijakan pemerintah lebih dipahami masyarakat dan komunikasi publik bisa berjalan lebih efektif di masa mendatang.


Komentar

Tampilkan

  • Presiden Prabowo Instruksikan Perbaikan Komunikasi, Guntur Romli Soroti Blunder Pejabat Istana
  • 0

Terkini