Iklan

Hasan Nasbi Klaim Kebebasan Pers Baik, Tapi Blunder dengan Komentar ‘Dimasak Saja’

Sabtu, 22 Maret 2025, Maret 22, 2025 WIB Last Updated 2025-03-22T08:44:16Z


Nemukabar.com  - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menyatakan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih berjalan baik dan tidak mengalami tekanan dari pemerintah. Hasan menegaskan, jurnalis di tanah air, khususnya yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan, tetap bisa bekerja tanpa hambatan.


Pernyataan tersebut disampaikan Hasan saat menjawab pertanyaan wartawan terkait insiden teror pengiriman paket kepala babi ke kantor Tempo beberapa waktu lalu. Hasan juga memastikan pemerintah tidak pernah mengintervensi kerja jurnalistik di Indonesia.


“Apakah ada yang dihalangi untuk membuat berita atau melakukan wawancara? Tidak ada. Itu artinya kebebasan pers kita bagus,” ujar Hasan usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).


Hasan kembali menegaskan bahwa kebebasan pers di lingkungan Istana Kepresidenan masih berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, jurnalis tetap memiliki keleluasaan dalam meliput berita.


“Ada yang takut membuat berita sekarang? Ada yang dihalang-halangi saat liputan di Istana? Tidak ada. Itu membuktikan bahwa kebebasan pers tidak dikekang,” kata Hasan.


Saat ditanya tentang komitmen pemerintah dalam menjaga kebebasan pers, Hasan balik bertanya kepada wartawan apakah pernah terjadi insiden yang menunjukkan adanya pembatasan terhadap kerja jurnalistik.


Hasan, yang merupakan lulusan FISIP Universitas Indonesia, menegaskan bahwa pemerintah hanya berupaya meluruskan informasi yang keliru tanpa mengambil tindakan represif terhadap media.


“Kalau media salah paham, kita luruskan. Kalau ada pernyataan yang ditulis keliru, kita koreksi. Tapi selebihnya tidak ada tindakan apa pun dari pemerintah,” jelas Hasan.


Menanggapi teror paket kepala babi yang ditujukan kepada pengisi siniar Bocor Alus, Francisca Christy, Hasan sempat melontarkan komentar bernada gurauan yang menuai perhatian publik. Ia mengatakan, “Dimasak saja,” saat dimintai pendapat soal kejadian tersebut.


Meski begitu, Hasan memastikan bahwa Francisca tidak mengalami hambatan apa pun dalam melanjutkan program siniar yang ia isi. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah tidak melakukan intervensi atas kebebasan berekspresi di media.


Hasan menegaskan bahwa komitmen pemerintah tetap pada upaya menjaga kebebasan pers di Indonesia. “Selama ini tidak ada tindakan yang membatasi jurnalis dalam menjalankan tugas mereka,” pungkas Hasan.


Komentar

Tampilkan

  • Hasan Nasbi Klaim Kebebasan Pers Baik, Tapi Blunder dengan Komentar ‘Dimasak Saja’
  • 0

Terkini